Gubernur Kaltara Bantu Korban Kebakaran Pasar Lama Nunukan Rp250 Juta

Korban kebakaran Pasar Lama Nunukan menerima bantuan uang tunai  dari Gubernur Kaltara.  (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK)  korban kebakaran Pasar Lama, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, menerima bantuan uang tunai dari Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang Rp250 juta.

Biro Kesejahteraan Rakyat, Pemprov Kaltara, Jhoni Ramadansyah mengatakan, penyaluran bantuan hari ini adalah lanjutan dari  bantuan yang sebelumnya telah diserahkan  secara simbolis oleh Gubernur Kaltara pada 23 Maret 2021.

“Bertepatan kebakaran, Pak gubernur datang ke Nunukan, secara simbolis menyerahkan bantuan untuk 19 orang pemlik rumah,” katanya kepada Niaga Asia, Kamis (25/03).

Bantuan yang bersumber dari APBD I Pemprov Kaltara diambil dari pos belanja tidak terduga. Dari 31 KK korban kebakaran yang menerima bantuan, rinciannya 16  KK di Kelurahan Nunukan Barat dan 15 KK di Kelurahan Nunukan Utara.

Bantuan sendiri terbagi dalam 2 bentuk. Untuk pemilik rumah 19 orang mendapatkan uang Rp 10 juta, sedangkan penyewa rumah dan penumpang tinggal (anak dari pemilik rumah) diberikan bantuan sebesar Rp 5 juta.

“Jumlah KK 31 orang terdiri, 19 orang pemilik rumah, 12 orang penyewa dan penumpang tinggal,” terang Jhoni.

Penyerahan bantuan untuk penyewa dan penumpang tinggal dimulai hari ini, disaksikan masing-masing kelurahan dan petugas kepolisian serta aparat TNI yang bertugas di Posko penanggulangan kebakaran.

Data penerima bantunan telah  diverifikasi sesuai laporan kelurahan dan ketua RT setempat, bantuan bisa diambil  di posko kebakaran Jalan Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat.

“Bantuan Pemprov Kaltara hanya berbentuk uang tunai yang total jumlahnya sebesar Rp 250 juta,” terang Jhoni.

Selain menerima bantuan uang tunai, korban kebakaran juga mendapat bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara berupa alat dapur.

Diberitakan sebelumnya, kobaran api besar di Pasar Lama Nunukan dimulai pukul 01:15 Wita, menjalar cepat dibangunan rumah dan toko yang diduga bersumber dari rumah kosong ditinggalkan penghuninya sekitar 20 tahun.

Pasar yang telah ada sejak tahun 1980 tersebut meninggalkan banyak kenangan bagi pemliknya. Beberapa toko dan rumah masih asli berbahan kayu, meski begitu, nilai kerugian materi dari kebakaran mencapai puluhan miliar.

Berdasarkan keterangan Rudianto saksi mata dilokasi kebakaran, api pertama terlihat di rumah milik Nursiah alias Mama Rio, bangunan kayu berukuran lebar 6 meter dan panjang 8 meter telah lama kosong

“Saya terbangun dari tidur mendengar suara kaca pecah, lalu saya membuka pintu keluar melihat api berkobar di rumah kosong,” terangnya.

Rumah milik Nursiah memiliki bangunan 2 lantai berbahan kayu, kondisi rumah sudah sangat rapuh karena hampir 20 tahun tidak lagi dihuni pemiliknya.

Karena tidak dihuni, Rudianto sering melihat seseorang berinisal OS keluar masuk rumah tersebut, warga dimaksud memiliki gangguan mental

“Sering keluar masuk disana orang itu, kata warga lagi, OS mengalami gangguan jiwa,” pungkasnya.

Penulis: Budi Anshori | Editor : H Rachmat Rolau

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *