aa
Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie bersama Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, Ketua DPRD Nunukan, H Danni Iskandar, Direktur Politeknik Negeri Samarinda, Ir. Ibayasid, M.Sc, dan Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Drs. Adri Patton, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Sigit Muryono saat beraudiensi dengan Sekjen Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Prof Dr Ainun Na’im dan Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Ir Ridwan MSc di Jakarta, Selasa (8/1). (Foto Infopubdok Kaltara)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H Irianto Lambrie mengusulkan ke Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Politeknik Nunukan dimandirikan, lepas dari Politeknik Negeri Samarinda, sehingga Politeknik Nunukan

Usulan tersebut disampaikan Irianto Lambrie bersama Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, Ketua DPRD Nunukan, H Danni Iskandar, Direktur Politeknik Negeri Samarinda, Ir. Ibayasid, M.Sc, dan Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Drs. Adri Patton, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Sigit Muryono saat beraudiensi dengan  Sekjen Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti),  Prof Dr Ainun Na’im dan Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Ir Ridwan MSc di Jakarta, Selasa (8/1).

“Seyogianya pertemuan ini tadi dipimpin langsung oleh Pak Menteri Ristek-Dikti, Bapak Muhammad Nasir. Namun mendadak ada kabar duka, kakak kandung beliau meninggal dunia tadi malam.,” kata gubernur. Atas nama pemerintah provinsi Kaltara dan pribadi, saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Semoga almarhum meninggal dalam khusnul khatimah.. Aamiin.

Menurut gubernur, ada dua hal penting  disampaikan dalam pertemuan tersebut.Pertama, mengusulkan agar Politeknik Nunukan yang selama ini masih di bawah Politeknik Negeri Samarinda dimandirikan atau ditingkatkan statusnya menjadi Satker Perguruan Tinggi atau Politeknik Negeri sendiri.

“Peningkatan status, untuk mempermudah dan memperluas pelayanan. Utamanya layanan untuk akses pendidikan tinggi di daerah perbatasan dan 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) seperti Kaltara. Kemudian  untuk pemenuhan kebutuhan SDM, serta ketersediaan Sarana dan Prasarana,” ungkapnya.

Terhadap keberadaan Politeknik Nunukan, kata gubernur,  Pemerintah Daerah, baik Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan sangat memberikan perhatian. Selain penyiapan lahan, pemerintah daerah juga sudah banyak memberikan hibah. Termasuk peningkatan SDM bagi para dosen yang mengajar.

Tambahan Prodi di UPT

Usulan kedua, adalah penambahan program pendidikan S1 di Universitas Borneo Tarakan. Yaitu S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Akutansi dan S1 Neers. Usulan disampaikan atas pertimbangan untuk pemenuhan kebutuhan SDM di bidang kesehatan dan akuntansi di Kaltara. Selama ini mayoritas tenaga perawat dan bidan di Kaltara tingkat pendidikannya masih D3.  “Jika ingin meneruskan pendidikan S1 harus keluar daerah. Seperti di Makassar atau ke Jawa,” kata Irianto.

Atas usulan tersebut, lanjut gubernur, respons dari Kementerian Ristek-Dikti sangat cepat. “ Pak Sekjen tadi menyampaikan, paling lambat insya Allah proses untuk menjadikan Politeknik  Nunukan menjadi Perguruan Tinggi bisa selesai dalam waktu 3 bulan,” ujarnya. Jadi targetnya, Maret atau paling lambat April sudah ada Peraturan Menteri-nya. Hari ini juga tadi informasinya dari Kemenristek-Dikti mengundang direktur dari Kemenpan-RB untuk membahas haltersebut.”Kemudian, soal usulan penambahan Prodi di Universitas Borneo Tarakan, dalam waktu dekat juga bakal segera dibahas,” ujar gubernur. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *