Gubernur Kaltara Minta Dirut RSUD Tarakan Terapkan Pengawasan Berjenjang

aa
Gubernur Kalimantan Utara, H Irianto Lambrie dalam pertemuan dengan Dirut RSUD Tarakan dr M Hasbi Hasyim dan staf di Tarakan, Jumat (4/1). (Foto Infopubdok Kaltara)

TARAKAN.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H Irianto Lambrie meminta RSUD Tarakan dr M Hasbi Hasyim menerapkan pengawasan berjenjang dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Irianto Lambrie dalam pertemuan internal dengan Direktur RSUD Tarakan dr M Hasbi Hasyim, bersama para aparatur eselon III dan IV serta jajaran manajemen lainnya di ruang pertemuan Dirut RSUD Tarakan, Lantai III, Jumat (4/1).

Menurut gubernur, pengawasan berjenjang harus dilakukan dan diterapkan dengan baik, dalam penempatan orang dalam sejumlah jabatan, harus spesifik dan sesuai dengan kualifikasinya. Ini, karena RSUD Tarakan merupakan institusi yang melakukan pelayanan publik mendasar. “Saya juga meminta pada 2019, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” tegas Irianto.

Mengutip kembali, Hadits Rasulullah SAW, “Apabila ada orang yang hari ini, sama dengan kemarin maka itu adalah orang yang tertipu oleh waktu’. Jadi, kalau mau menjadi orang beruntung, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.”

Ia juga mendukung peningkatan kualitas SDM. Baik tugas atau izin belajar bagi jajaran RSUD Tarakan. Namun, tak sekedar mencari gelar namun harus sesuai dengan kapasitas profesi yang dijalankan.  “Saya bisa menerima keluhan juga sepanjang keluhan itu tak mengada-ada,” kata gubernur.

Soal keuangan, lanjut Irianto, meski anggaran daerah terbilang kecil namun pengelolaannya yang tepat maka dapat bermanfaat untuk banyak orang. Dan, dari pengalaman yang ada, bukan hanya uang yang banyak namun pengelolaannya yang menjadi penting. Apabila pengelolaannya tidak tepat, maka akan muncul mudarat. “Rumus yang saya kerjakan selama ini, sederhana. Kalau mau aman, selamat, bekerjalah sesuai aturan. Jadi, berhati-hatilah dalam penggunaan anggaran,” ujarnya.

Gubernur juga menganjurkan Dirut RSUD Tarakan untuk mendatangkan penceramah minimal agama sebulan sekali untuk memberikan tausiah sebagai pencerahan dan pengisi ‘makanan’ rohani bagi yang beragama muslim. Begitu pun bagi yang non muslim, dengan caranya masing-masing. (001)