aa
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Ir. Irianto Lambrie, MM menerima audiensi Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof Adri Paton dan Rektor Universitas Kaltara Tanjung Selor, Prof Abdul Jabarsyah, para pembantu rektor, dekan dan juga beberapa dosen, Selasa (18/6/2019).

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Menteri Ristek-Dikti, Mohammad Nasir  dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja ke Kaltara. Kedatangan Menristek akan meresmikan Politeknik Negeri Nunukan dan fasilitas Science Techno Park (STP) di Universitas Borneo Tarakan.

                Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Ir. Irianto Lambrie, MM usai menghadiri acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan menerima audiensi Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof Adri Paton dan Rektor Universitas Kaltara Tanjung Selor,  Prof Abdul Jabarsyah, para pembantu rektor, dekan dan juga beberapa dosen, Selasa (18/6/2019).

Menurut gubernur, kunjungan kerja menteri ke Kaltara merupakan kabar yang menggembirakan. Sekaligus sebagai jawaban atas  upaya Pemrov  dalam mengusulkan status Politeknik Nunukan menjadi Politeknik Negeri yang berdiri sendiri.

“Usulan ini, kita sampaikan langsung ke Kementerian Riset-Dikti beberapa bulan lalu.Karena Pak Menteri berhalangan, ketika itu diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Prof Dr Ainun Na’im,” ungkap Irianto.

Politeknik Nunukan yang selama ini masih di bawah Politeknik Negeri Samarinda dimandirikan atau ditingkatkan statusnya menjadi Satker Perguruan Tinggi atau Politeknik Negeri sendiri.  “Dan Alhamdulillah, disetujui. Insya Allah tahun ini juga akan diresmikan,” kata gubernur.

Usulan dinegerikannya Politeknik Nunukan ini kita sampaikan, bertujuan untuk mempermudah dan memperluas pelayanan. Utamanya, layanan untuk akses pendidikan tinggi di daerah perbatasan dan 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) seperti Kaltara. Juga untuk pemenuhan kebutuhan SDM, serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Selain Politeknik Nunukan, ketika itu Pemprov juga mengusulkan penambahan Program Studi (Prodi) S1 di UBT. Yaitu S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Akuntansi dan S1 Ners.  “Alhamdulillah juga, tadi disampaikan Pak Rektor, Kementerian Riset-Dikti telah menyetujui peningkatan kedua Prodi itu, dari sebelumnya D3 menjadi S1,” gubernur menambahkan.

Universitas Kaltara, melalui Rektornya Prof Abdul Jabarsyah, dalam pertemuan menyampaikan perkembangan universitas yang berada di ibukota provinsi itu. Alhamdulillah, perkembangannya cukup signifikan. Terutama terkait dengan proses akreditasi. Meski masih akreditasi C, poinnya yang belum terpenuhi tinggal sedikit lagi.

Kita berharap, semua fakultas di Universitas Kaltara bisa berakreditasi B. Sehingga bisa bersaing dengan universitas-universitas lainnya di Indonesia.,” kata gubernur. Pemprov  memberikan perhatian besar terhadap keberadaan perguruan tinggi di Kaltara. Utamanya dua universitas ini. Hal ini sebagai upaya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Pemerintah Provinsi juga sangat mensupport. Meski dengan menyesuaikan kemampuan anggaran, serta kewenangan kita,” ujar gubernur. (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *