Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Kaltim Andi M Ishak. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Di sejumlah daerah, terjadi penolakan warga yang tidak menginginkan pemakaman pasien kasus virus Corona (Covid-19), dimakamkan di pemakaman umum, ataupun berada dekat permukiman.

Namun demikian, di Kaltim, pemakaman 1 kasus positif dan 2 pasien dalam pengawasan (PDP) di Balikpapan, tidak ada penolakan warga.

Dalam catatan Niaga Asia, 1 pasien laki-laki usia 60 tahun positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, tercatat sebagai warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasien itu meninggal 29 Maret 2020, dan dimakamkan di Balikpapan.

Berikutnya, 2 pasien PDP seorang wanita usia 35 tahun, dan 74 tahun. Keduanya meninggal 31 Maret dan 2 April 2020, dan dimakamkan juga di Balikpapan. Namun demikian, berdasarkan hasil laboratorium, keduanya dinyatakan negatif terjangkit Covid-19.

“Di Kaltim, sejauh ini belum ada penolakan dari warga, seperti yang terjadi di daerah lain,” kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, ditanya Niaga Asia, dalam sesi tanya jawab saat konferensi pers melalui fasilitas video conference, Sabtu (4/4) petang.

Andi menerangkan, sejauh ini, kegiatan 3 kali pemakaman di Balikpapan, yang bejalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19, berjalan lancar.

“Semua kegiatan pemakaman, berlangsung kondusif,” ujar Andi.

Masih dijelaskan Andi, menjawab pertanyaan Niaga Asia soal kepastian kesiapan Pemkot dan Pemkab, untuk penyediaan lahan makam bagi pasien kasus Covid-19, Andi mengaku belum tahu persis. Namun demikian, dia akan mencari tahu tentang kesiapan itu.

“Ini menjadi masukan bagi kami, sebagai antisipasi. Agar, yang terjadi (penolakan) di daerah lain, tidak terjadi di Kalimantan Timur,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *