aa
Ilustrasi aktivitas pasar tradisional (dok Kompi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur mengingatkan, pasar tradisional maupun moderen, bisa menjadi tempat penularan virus SARS-CoV-2 yang mengakibatkan penyakit Covid-19, apabila protokol kesehatan tidak dijalankan dengan ketat.

Menjelang penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal, saat ini memang di daerah, dilakukan pelonggaran pembatasan. Tujuannya, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, mulai dan bisa beradaptasi di tengah masa pandemi Covid-19.

“Pasar tradisional maupun moderen, dalam masa prakondisi (jelang New Normal) ini, siapkan protokolnya dan sosialisasikan. Baik kepada pedagang, pengusaha dan lainnya di lokasi tersebut,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, saat telekonferensi, Minggu (15/6).

Edukasi itu, menurut Andi, sangat penting dilakukan bersama-sama. “Pemerintah tidak bisa sendiri, melainkan perlu dukungan pengusaha dan pedagang itu sendiri, dan diikuti masyarakat sebagai pengunjung tempat tersebut,” ujar Andi.

“Yang penting adalah protokol kedepan, atau kebiasaan baru, tempat perniagaan atau pasar. Pedagang perlu dan wajib pakai masker,” tambah Andi.

Andi mencontohkan protokol yang dimaksud bagi pelaku aktivitas di pasar. “Tentunya juga ditambah dengan pelindung wajah atau face shield. Ini penting, karena pedagang ini, banyak berinteraksi dengan banyak orang. Tidak menutup memungkinan, salah satu dari sekian banyak orang ini, mereka-mereka membawa virus,” terang Andi.

“Nah, sangat berisiko kalau pedagang ini bisa terpapar, dengan interaksi banyak pengunjung. Ini akan sangat berbahaya kalau salah satu pedagang sudah terpapar, tapi mereka adalah OTG. Ini bisa akibatkan terjadinya penularan pada pengunjung yang lain,” jelas Andi.

Masih diterangkan Andi, efek tersebut akan sangat luar biasa dampaknya, karena akan sangat banyak kasus terjadi apabila ini (protokol kesehatan) tidak dilakukan. Oleh karena itu, lanjut Andi, perlu dipahami, di pasar tradisional maupun modern, para pedagang harus dilengkapi alat pelindung diri yang memadai.

“Seperti wajib kenakan masker. Kalau perlu gunakan pelindung wajah, dan juga menggunakan sarung tangan. Baik itu dari karet, maupun dari plastik,” rincinya.

“Ini sangat penting menghindari terjadinya cemaran tanpa sengaja, karena banyak menyentuh, bersentuhan barang dagangan yang dijual. Maupun transaksi menggunakan uang tunai,” jelas Andi lagi.

Dijelaskan juga, pengelola pasar wajib siapkan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dalam jumlah yang mencukupi, dibandingkan, disesuaikan dengan jumlah pengunjung yang datang ke pasar tersebut. Terpenting, jangan berharap masyarakat bisa sadar dengan sendirinya untuk patuh protokol kesehatan.

“Saat kita melakukan pelonggaran berniaga di pasar, tentunya harus ada pengetatan protokol kesehatan baik itu pedagang, dan pengunjung. Penting untuk diingatkan terus, apabila kita ingin beradaptasi agar terus produktif dan beraktivitas sebagaimana biasanya,” tegas Andi.

“Kita harus beradaptasi, jangan menantang Covid-19, dengan cara melaksanakan protokol kesehatan sebaik-baiknya,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *