Wabup Agus Tantomo bersama Kadiskoperindag Wiyati, mengecek stok gula dan sembako di gudang Bulog Berau pada Jumat (17/4/2020) pagi. (Foto Humas)

TANJUNG REDEB.NIAGA ASIAHarga gula pasir di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau tidak kunjung turun sejak dua bulan terakhir, bertahan diharga Rp20.000 per kilogram, atau 60 persen lebih mahal dari harga resmi pemerintah Rp12.500 per kilogram.

Mahalnya harga gula pasir tersebut, ditanggapi Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo dengan melakukan pengecekan ke beberapa gudang distributor bahan pokok, Jumat (17/4/2020) bersama  Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Wiyati dan Kepala Bagian Perekonomian Setkab Berau, Kamaruddin.

berita terkait:

Berau: Harga 17 Barang Kebutuhan Pokok Naik

Menurut Agus, stok gula masih tersedia di beberapa distributor, termasuk yang masih dalam proses pengiriman dan tiba di Tanjung Redeb minggu depan. Jadi untuk kebutuhan gula di Ramadan hingga lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Khusus di gudang Bulog, menurut Agus , stok gula memang kosong sejak Januari lalu. Kondisi demikian tidak hanya di Berau saja melainkan terjadi secara nasional. Untuk menyikapi masalah ini, kata  Agus dia  sudah berkomunikasi langsung dengan kepala Bulog pusat, Budi Waseso.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Bulog pusat dan saat ini gula sedang dalam proses pengiriman ke Berau. 25 ton akan masuk sebelum Ramadan, dan target 150 ton lagi masuk sebelum lebaran Idul Fitri,” jelas Agus.

Sedangkan untuk harga gula di pasaran yang sudah naik, dikarenakan harga pembelian  distributor juga sudah mengalami kenaikan, sehingga satunya harapan untuk menekan harga gula menunggu masuknya gula Bulog.

“Apabila gula Bulog masuk ke Berau, nanti Bulog akan melakukan operasi pasar atau melakukan intevensi, itu membuat harga gula nanti kembali Rp12.500 per kilogram,” kata Agus. (hel/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *