
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — DPRD Kalimantan Timur mengingatkan Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan peran para petani milenial untuk mewujudkan target swasembada pangan di daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur melihat tantangan swasembada pangan di Kaltim bukanlah hal yang sulit, karena Kaltim merupakan daerah yang memiliki kawasan-kawasan potensial yang luas untuk mencetak lahan sawah produktif, seperti di daerah Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan lainnya.
Namun satu hal yang menjadi tantangan yakni minimnya sumber daya manusia atau petani saat ini. Karena itu, penting bagi daerah untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk bertranformasi menjadi petani muda milenial.
“Apalagi saat ini petani kita di atas 70 persen sudah tua, sekarang bagaimana kita menggalakkan peran-peran petani muda atau milenial ini,” kata Guntur, ditemui di Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat 28 November 2025.
Meski demikian, menurut Guntur peran serta petani milenial ini sudah mulai menunjukkan dampak positif, khususnya di Kabupaten Kukar.
Pemkab Kukar dinilai telah sigap membuat program-program yang menggandeng anak-anak muda, untuk aktif meningkatkan hasil panen padi dan produk pertanian lainnya
Keberhasilan Kukar harus menjadi dorongan bagi Pemprov Kaltim untuk memberikan dukungan yang lebih besar. Seperti bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern kepada kelompok petani milenial.
“Jika dukungan alsintan modern ini diberikan, hasilnya akan berlipat ganda. Seperti di Desa Menamang Kanan Muara Kaman Kukar. Para petani semangka yang telah kita bina, hasil panennya luar biasa. Sepanjang 2 tahun kemarin, hasilnya selalu 2.000 ton,” sebut Guntur.
Selain itu, dia juga menyoroti daerah lumbung padi besar di Kukar, seperti Tenggarong Seberang dan Loa Kulu, yang sangat membutuhkan sentuhan modernisasi dan energi dari petani milenial.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov, Guntur yakin target swasembada pangan Kaltim akan tercapai.
“Di daerah Tenggarong Seberang dan Loa Kulu itu sangat besar lahan cetak sawah padi di sana,” tambah dia.
Tidak hanya di Kukar, Guntur juga berharap daerah lainnya di Kaltim dapat mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan lainnya, agar Kaltim tidak lagi terus mendatangkan pangan dari luar daerah.
“Contohnya seperti di daerah Kutai Timur, dikenal dengan daerah penghasil aren/gula merah. Para petani di sana bisa digenjot untuk fokus menanam tanaman aren,” jelas Guntur.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi | Advertorial DPRD Kaltim
Tag: DPRD KaltimKaltimPertanianSwasembada Pangan