Guru Honorer di Samarinda Tersangka Dugaan Penipuan Arisan Kerugian Rp 1,7 Miliar

Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Ary Fadli (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Satuan reserse kriminal (Reskrim) Polresta Samarinda menetapkan seorang wanita berinisial Jl, 24 tahun, seorang guru honorer di Samarinda sebagai tersangka kasus dugaan penipuan modus arisan online, dengan kerugian sekitar Rp 1,7 miliar.

Penetapan tersangka menyusul laporan dua orang wanita ibu rumah tangga, yang resmi melapor ke Polresta Samarinda hari Rabu.

“Sementara dua orang melapor resmi. Kemudian kita kumpulkan barang bukti dari dugaan penipuan itu oleh satuan Reskrim,” kata Komisaris Besar Polisi Ary Fadli, Kepala Polresta Samarinda dalam pernyataannya kepada wartawan Kamis.

Penyitaan barang bukti antara lain perhiasan, kursi dan lemari pendingin. Polisi sementara menetapkan satu tersangka seorang wanita.

“Kita sudah menetapkan satu tersangka. Iya (seorang guru honorer) inisal Jl,” Ary menerangkan.

Ditengarai ada puluhan peserta arisan online. Mereka menyertakan modal berupa uang tunai bervariasi mulai Rp 25 juta, Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Diduga kerugian dari para peserta arisan itu mencapai hingga Rp 1,7 miliar.

“Tersangka menawarkan kepada teman-temannya melalui media sosial, dengan memasukkan sejumlah dana dalam dua hingga satu bulan untuk mendapatkan keuntungan sekian,” terang Ary.

“Para korban tertarik. Tapi di mana jatuh tempo ternyata tidak ada mendapatkan keuntungan (yang dijanjikan). Sementara dua korban melapor. Ada korban lainnya yang merasa dirugikan silakan melapor,” Ary menjelaskan.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: