H Saga’: Upayakan Segera Pembangunan Dermaga Pulau Derawan

Dermaga Pulau Derawan yang menjadi pintu masuk wisatawan, kondisinya semakin rapuh. (Foto Istimewa)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Kondisi dermaga di Pulau Derawan yang sudah rapuh, menjadi perhatian  anggota DPRD Berau Dapil III Pulau Derawan dan Maratua, H. Sa’ga. Terlebih, hal ini sudah beberapa kali diungkapkannya dan diusulkan dibangun baru dalam Musrenbang Kecamatan.

“Saya berjanji mengupayakan dan fokus pembangunan dermaga pelabuhan Pulau Derawan agar segera terlaksana, seperti yang diusulkan beberapa kepala kampung saat Musrenbang 2021 lalu. Saya pribadi sebagai wakil rakyat, memiliki tanggung jawab yang besar terkait pembangunan di Pulau Derawan,” jelas H.Saga’ dihubungi Niaga.Asia, Rabu (2/6/2021).

Untuk Derawan, dikatakannya hanya akan ada satu dermaga yang dibangun dengan permanen, menggantikan dermaga sebelumnya yang masih menggunakan material kayu ulin, seperti yang ada di Tanjung Batu, Maratua kemudian di Teluk Sulaiman.

DPRD melalui pokok-pokok pikiran yang dikoordinir Sekretaris Dewan (Sekwan), telah diajukan usulan untuk perbaikan dermaga tersebut. Dirinya berharap, dukungan dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, agar lebih memperhatikan fasilitas dermaga, serta menyusun regulasi untuk membuat akses wisatawan menjadi satu pintu.

“Ini juga agar lebih mudah untuk mengawasi dan memonitor langsung, jumlah kunjungan wisatawan yang masuk ke Pulau Derawan. Belum lagi, dengan perkembangan pariwisata, masyarakat Pulau derawan tidak lagi fokus sebagai nelayan, tetapi juga menjadi penyedia jasa penyeberangan wisatawan,” tambahnya.

Dirinya berharap akan mampu mengakomodir aspirasi masyarakat melalui DPRD. Tidak hanya dengan program pemerintah daerah, tetapi juga melalui program yang tertampung saat reses dan Musrenbang.

Dishub Siap Jika Sudah Ada Anggaran

Kepala Dinas Perhubungan Berau Abdurrahman, ketika dikonfirmasi tentang rencana pembangunan dermaga Pulau Derawan, mengatakan jika hal itu memang sudah lama direncanakan.

“Tapi tidak bisa serta merta kita lakukan. Harus ada penyusunan perencanaan. Setelah perencanaan tuntas pun, ada faktor penting juga yakni anggarannya ada atau tidak. Kendala utamanya sebenarnya ada di anggaran,” jelas Abdurrahman.

Namun, dijelaskan Abdurrahman, di 2022 sudah dimintakan untuk pembuatan perencanaan. Dan dari situlah akan muncul angka, berapa anggaran yang dibutuhkan. Apakah nantinya dermaga akan direhab biasa atau rehab total.

“Banyak pertimbangan juga. Dari ekosistem yang ada di sana, terumbu karangnya. Kalau pembangunan dermaganya menggunakan kayu juga sudah tidak diperbolehkan. Tapi kalau bahan beton untuk pembangunan permanen, juga memerlukan alat berat. Letak dari dermaga itu sendiri tidak boleh mengganggu ekosistem yang ada,” tutupnya.

Penulis: Rita Amelia | Editor : Intoniswan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *