Salah satu warga yang diamankan dimasukkan ke dalam mobil taktis polisi. (Foto : istimewa/tangkapan layar)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kepolisian mengamankan 3 orang warga, yang menghalangi aksi pembongkaran rumah di bantaran sungai Karang Mumus (SKM) Segmen Pasar Segiri, Jalan Dr Soetomo – Jalan Pahlawan pagi  tadi. Diantaranya sempat dimasukkan di dalam mobil taktis polisi.

Keterangan diperoleh Niaga Asia, sempat ada aksi warga menuntut menolak pembongkaran, dan berkutat pada tuntutan ganti rugi. Kericuhan kecil terjadi di tengah kerumunan warga dan aparat.

“Benar. Kami mengamankan 3 orang yang terindikasi menghalangi kegiatan eksekusi bantaran sungai hari ini,” kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda AKP Annisa Prastiwi, dikonfrmasi wartawan, Rabu (5/8).

Berita terkait :

Bantaran SKM Dibongkar Lagi, Bangunan Rumah Beton Sita Perhatian

Dia menerangkan, meski diamankan, ketiga warga itu tidak ditahan. “Hanya dimintai keterangan, karena mengganggu jalannya eksekusi. Terindikasi menghalangi kegiatan eksekusi,” ujar Annisa.

Annisa kiga mengkonfirmasi, salah satu dari yang diamankan adalah koordinator aksi warga yang menuntut ganti rugi. Kendati demikian, Annisa menepis warga itu diamankan lantaran juga menganiaya petugas.

“Tidak ada penganiayaan terhadap petugas,” tegasnya.

Untuk diketahui, hampir 500 petugas gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi bongkar di bantaran SKM, yang dimulai pagi tadi sekira pukul 07.00 Wita. Bahkan, untuk mengantisipasi aksi massa, juga disiapkan pasukan anti huruhara Brimob Polda Kaltim, yang dilengkapi pula dengan mobil water canon. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *