susi
Susi Susanti

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Guru honorer yang satu ini sungguh luar biasa. Dalam kondisi hamil 7 bulan, Susi Susanti mengajar murid dari Kelas I sampai Kelas VI di dua ruangan terpisah di SD Fillalial di Kampung Samaendre Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. SD Fillalial Samaendre Semaja adalah sekolah yang menginduk ke SDN 004 Desa Sei Menggaris.Jarak antar kedua sekolah itu sekitar 8 kilometer dengan kondisi jalan tanah.

Susi bukan guru honorer baru, tapi sudah mengajar sejak tahun 2012. Honor yang diterimanya hanya Rp200 ribu per bulan. Honor dibayarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, karena Susi memegang Surat Keputusan (SK) Penugasan dari Dinas Pendidikan. Sebelumnya Susi mengajar ditemani tiga rekannya, yakni Mega Kartini, Rustam, dan Hamidah.

Tapi sejak tahun 2017 ketiga rekannya berhenti mengajar, karena tak mendapatkan imbalan berupa honor dari Dinas Pendidikan. “Saya mengerti mengapa rekan saya harus berhenti, mereka juga perlu uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dari Dinas Pendidikan mereka tak menerima honor sebab tak mempunyai SK Penugasan seperti saya,” terang Susi.

murid
Murid SD Fillalial di Kampung Samaendre Semaja, Sei Menggaris tanpa baju seragam. (budi anshori)

Ia mengaku rekannya yang berhenti mengajar  itu sangat mencintai pendidikan dan semua anak-anak buruh perkebunan sawit yang ada di Semaja, tapi harus mencari pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarga. “Pak Rustam meski sudah mengundurkan diri mengajar, tapi saat ada waktu luang masih datang ke sekolah membantu saya mengajar,” ungkap Susi.

Sejak mengajar seorang diri, Susi mendesain kegiatan belajar mengajar dalam dua kelompok. Murid Kelas I, II, dan III dikelompokkan dalam satu ruangan dan kebagian jam belajar dari pukul 07.00-09.00 Wita. Sedangkan murid Kelas III, IV, dan VI kebagian jam belajar dari pukul 09.00.11.00 Wita. “Saya hanya kuat mengajar 4 jam karena usia kehamilan saya 7 bulan,” ujarnya.

Susi yang kelahiran Sulawesi Tenggara ini, kini sangat merisaukan masa depan murid-muridnya karena dari 60-an orang, sejak guru honorer berhenti, sebagian muridnya sudah ada yang berhenti bersekolah, sebagian ada yang pindah sekolah. Murid Susi kini tinggal sekitar 30 orang.

Dalam kondisi hamil 7 bulan saat ini, Susi mengaku bersiap-siap mengajukan cuti mengajar karena akan melahir. Ia ingin istirahat paling singkat 2 bulan. “Nah ini persoalannya, saya binguang siapa guru pengganti saya. Tolonglah Dinas Pendidikan atau sekolah terdekat mengirimkan guru ke sini,” harap Susi. (budi anshori)

Berita Terkait