aa
Perang saudara di Yaman.

APABILA Anda membaca sejarah kontemporer akan kedaulatan suatu bangsa yang dikenal dengan sebutan negara, suatu bangsa bisa bubar atau kedaulatannya hilang apabila terjadi perang saudara dalam bangsa itu sendiri. Contohnya Sudan terbelah menjadi dua, Sudan dan Sudan Selatan (mayoritas penduduknya muslim) juga mendekati bubar karena perang saudara antar penduduknya.

Afrika Tengah pun menderita, miskin dan sengasara karena perang saudara. Yugoslavia juga bubar terbagi menjadi (Yugoslavia) dan negara baru Bosnia dan Kroasia. Yaman yang kini juga diguncang perang saudara, juga berpeluang terbelah.Sebelumnya, di Lybia terjadi perang saudara, juga runtuh dan hingga kini kacau balau.

Kemiskinan maupun keterpurukan ekonomi suatu bangsa/negara tidak membuat bangsa itu bubar. Contohnya Iran diembargo oleh Amerika Serikat (AS) berpuluh-puluh tahun, buktinya masih berdiri kokoh. Begitu juga dengan Nikaragua, Korea Utara, Venezuela, masih bisa bertahan walau dikucilkan, dijepit, disengsarakan oleh Amerika Serikat maupun PBB.

Negara yang paling ahli dan berpengalaman mengobarkan perang saudara di muka bumi ini adalah AS karena memiliki sumberdaya, baik itu manusia (tenaga ahli) dalam memecah belah suatu bangsa, teknologi informasi, dalam hal ini media, maupun dana dan senjata yang diperuntukkan bagi pemberontak di suatu negara yang ingin dibelah atau diruntuhkannya.

Kalau anda ingin negara/bangsa Indonesia ini utuh, janganlah gunakan teknologi informasi, pengaruh, dan uang untuk membelah rakyat sebab, tidak ada luka yang paling menyakitkan selain dari perang saudara. Perang saudara pasti menimbulkan korban, anda dan keluarga anda, tidak mustahil akan menjadi korban.

Penulis, Intoniswan adalah Wartawan Utama, Pemimpin Redaksi Niaga.Asia

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *