Harga Sapi Naik Hingga Rp 23 Juta Per Ekor

Sapi kurban yang didatangkan dari Parepare, Sulawesi Selatan, sebelum diberangkatakan ke luar daerah  dikarantina 14 hari dan lolos uji laboratorium PCR PMK. (Foto Istimewa.Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA  – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menimpa hewan ternak turut mempengaruhi harga sapi kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur Munawar mengungkapkan jelang Hari Raya Idul Adha harga sapi kurban mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 23 juta per ekor hal ini diakibatkan adanya wabah PMK.

“Peternak yang mendatangkan saat idul adha biasa ada harga kenaikan biaya-biaya, contoh mereka dikenakan biaya karantina 14 hari, biaya laut angkutannya tidak boleh mampir di wilayah wabah, sehingga ada double handling biaya yang mereka keluarkan,”ucap Munawwar  di Samarinda.

Munawar menjelaskan harga sapi sangat bervariasi bahkan sampai Rp 23 juta per ekor, karena ada double biaya yang dikeluarkan mulai dari karantina, biaya tol laut yang dibebankan kepada pemasok.

Lebih lanjut dirinya mengatakan kebutuhan sapi di Kaltim sekitar 14.000 ekor, sementara ketersediaan hanya sekitar 8.000 ekor. Artinya kebutuhan masih minus di Kaltim.

“Tapi kebutuhan menjelang Idul Adha ini masih mencukupi, kami survei di beberapa kantong ternak masih tersedia sapi-sapi yang belum dibeli,”sebutnya.

Sementara ini, sebut Munawwar zona kepulauan Kalimantan memang merah, namun zona wilayah Kaltim hijau.

Pihaknya juga telah melakukan penguatan vitamin kepada ternak-ternak di wilayah RPH dan kantong-kantong ternak pada 4.720 di 150 lokasi.

Dia mengimbau, masyarakat khawatir terhadap kondisi mewabahnya PMK karena wilyah Kaltim hijau dan aman.

Sumber: Diskominfo Kaltim | Editor: Intoniswan

Tag: