Rencana bongkar diadang warga bantaran SKM yang menuntut ganti rugi. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemkot Samarinda memulai mengeksekusi bongkar bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), di Jalan Dr Soetomo hari ini. Namun sayang, hadangan warga bantaran yang masih meminta ganti rugi, masih saja jadi ganjalan.

Tim eksekusi Pemkot, didampingi tidak kurang 300 personil aparat gabungan, sudah bersiaga mulai pukul 07.00 WITA pagi tadi, di depan sekitar Gang Nibung hingga tanjakan Pasar Segiri.

Warga bantaran tidak tinggal diam. Mereka berdemonstrasi, mengadang tim eksekusi bongkar Pemkot, untuk menolak pembongkaran. Poinnya, warga meminta ganti rugi. Baik uang, hingga rumah ganti.

Tidak hanya ratusan aparat, sedikitnya 2 truk dan ekskavator juga sudah disiagakan di sekitar depan Gang Nibung. Namun upaya eksekusi lagi-lagi terhadang demo tuntutan warga.

Ekskavator bahkan sudah disiagakan untuk mengeksekusi bongkar (foto : Niaga Asia)

Tim eksekusi bongkar hanya bisa membongkar beberapa bangunan di bantaran sungai, deretan depan Gang Nibung di Jalan Dr Soetomo, setelah sempat mendapat penolakan sengit masyarakat setempat.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin yang memimpin langsung eksekusi bongkar, sempat terlibat adu sengit dengan tokoh masyarakat bantaran SKM, yang meminta ganti rugi.

“Sekarang mana orang-orangnya, datang ke kantor, dibayar,” kata Sugeng, di hadapan pedemo, Selasa (7/7)

Sugeng yang juga didampingi tim Pemkot, meminta warga yang meminta ganti rugi, harus melengkapi semua dokumen yang diperlukan. “Datang ke kantor, dengan catatan semua data lengkap,” seru staf Sugeng.

Kawasan bantaran SKM (foto : Niaga Asia)

Warga bersikeras, sebelum ganti rugi diberikan Pemkot. “Pokoknya, yang sudah dibayar (ganti rugi) silakan dibongkar. Yang belum, jangan,” seru warga merespons.

Hampir 5 jam berlalu hingga pukul 12.30 WITA, belum ada kelanjutan rencana eksekusi bongkar lanjutan di bantaran SKM, untuk mendukung kelancaran kegiatan normalisasi SKM yang sudah direncanakan, belum juga berlanjut. Bahkan, informasi diperoleh Niaga Asia, rencana bongkar ditunda lantaran adanya kabar penarikan mundur aparat dari lokasi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *