Kabag Humas Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA- Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten (Setkab) Nunukan Hasan Basri Mursali, kembali memposting rekaman video berdurasi pendek berisi penyampaian hasil diangnosis pemeriksaan swab dirinya.

Peryataan terbuka disampaikan pula dalam pres release yang dihadiri Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono bersama Hasan Basri Mursali, pada Senin (14/09).

“Hari ini saya menerima informasi penyampaian tim Gugus Tugas Nunukan terkait hasil pemeriksaan swab saya, negatif Covid-19,” kata Hasan.

Pengumuman hasil swab ini, lanjutnya, kiranya dapat mengakhiri kesimpangsiuran informasi di masyarakat, terutama di media sosial beberapa hari ini, serta mampu memberikan ketenangan kepada orang – orang yang berinteraksi dengannya dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelum adanya hasil swab, Hasan mengaku telah menjalani isolasi mandiri dirumah dan menghindari kontak fisik dengan keluarga ataupun orang lain, keadaan ini betul-betul membuat mental dan motivasinya rontok.

“Dengan informasi ini, kiranya dapat memberikan ketenangan kepada orang-orang yang berintekrasi dengan saya dalam 1 minggu terakhir,” kata Hasan.

Disampaikan Hasan, rekaman video penyampaian hasil swab adalah janji sebelumnya yang pernah disampaian ke secara terbuka kepada masyarakat, dan perlu diketahui, bahwa Covid-19 bukanlah sebuah aib yang perlu ditutup tutupi.

Dengan telah adanya hasil kepastian negatif Covid-19, maka sejak hari ini, Hasan menyatakan kembali beraktifitas dan menjalankan bertugas seperti biasa sebagai Humas dan Protokol Setkab Nunukan, sekaligus tim Gugus Tugas Covid-19 Nunukan.

“Syukur Alhamdulilah, berkat doa dari rekan-reman semua, hasilnya negatif sesuai keinginan kita bersama,” tuturnya.

Pasca dinyatakan dua kali reaktif rapid test dan sambil menunggu hasil swab keluar, Hasan mengaku bahwa stigma yang berkembang di masyarakat terhadap orang terpapar Covid-19 sangat luar biasa, baik stigma secara sosial maupun isolasi secara fisik.

“Saya menerima stigma beragam baik dukungan kesehatan ataupun pandangan negatif hingga dihubungkan dengan Pilkada Nunukan. Perlu diketahui,  Covid-19 bukanlah aib,” ungkapnya.

Secara terpisah, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang saat ini melaksanakan kunjungan kerja Kecamatan Krayan, mengaku bersyukur atas hasil swab negatif yang diterima Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan.

“Alhamdulilah pagi ini saya mendapatkan kabar bahwa kabag humas Nunukan dinyatakan bebas covid – 19, meskipun dari hasil rapid dinyatakan reaktif,” kata Laura dalam sebuah video.

Secara khusus, Laura menyampaikan salut atas respon cepat dan tanggap ditunjukan Hasan Basri terhadap penanganan Covid-19. Dimana sesuai protokol kesehatan yang berlaku, orang dinyatakan reaktif cukup menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Saya mengapresiasi keberanian Hasan Basri menyampaikan ke publik bahwa memang benar hasil rapidnya reaktif. Ini bisa jadi contoh yang harus kita tiru,” ucapnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *