Para WNI menjalani pemeriksaan tim kesehatan Nunukan menggunakan APD lengkap (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Hasil rapid test terhadap 111 orang warna negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan ke dari negara bagian Sabah-Malaysia ke Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (15/5/2020) negatif COVID-19. WNI tersebut turun dari kapal dan diperiksa kesehatannya di  pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“WNI dari Sabah menggunakan 2 buah Ferry yakni KM. Purnama Express dan KM. Francise dan mendapat pengawalan oleh petugas perwakilan Indonesia di luar negeri,” kata  Konsulat RI Tawau, Sabah, Malaysia,” Sulistijo Djati Ismojo

Dikatakan Sulistijo, Nunukan hanyalah sebagai lokasi transit, sebab beberapa orang WNI akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Sulawesi yaitu, Pare Pare, Bone, Polewali Mandar dan sebagian lainnya belum memastikan apakah tetap tinggal di Nunukan.

Sebelum diberangkatkan dari Tawau,  Konsul RI Tawau berpesan kepada para WNI agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan baik oleh Pemerintah Malaysia maupun Pemerintah Indonesia, seperti aturan jaga jarak, penggunaan handsanitizer dan masker serta sarung tangan.

“Ikuti semua aturan pemerintah, gunakan alat kesehatan dan jaga diri atau atur jarak, hindari berkerumun,” tuturnya.

Sulistijo menambahkan, sesuai prosedur, para WNI setiba di Tanah Air mengikuti serangkaian tes oleh pihak kesehatan setempat untuk memastikan kesehatan mereka dan  menjalani rapid test Covid-19. “Apabila hasil rapid test negatif, WNI dapat langsung meneruskan ke daerah tujuan masing-masing tanpa harus menjalani karantina,” ujar Sulistijo.

Para WNI yang mengikuti program pemulangan ini adalah, mereka yang masuk ke wilayah Sabah-Malaysia dengan berbagai tujuan, kebanyakan untuk mengunjungi anggota keluarga/sanak famili, sebelum diberlakukannya kebijakan Movement Control Order (MCO) atau pembatasan pergerakan oleh pemerintah.

“Covid-19 berimbas pada penghentian akses penyeberangan laut dan udara khususnya yang menuju ke luar wilayah Sabah termasuk ke wilayah Indonesia yang tanggal 18 Maret 2020,” terangnya.

Kedatangan para WNI ke wilayah Nunukan juga disambut Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura, Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro, Dandim Dandim 0911/Nunukan Letkol CZI Eko Pur Indriyanto, Sekda Nunukan Serfianus, Kepala KSOP Nunukan Syarif B dan GM. PT. Pelindo IV Nunukan Teguh Firdaus.

Kedatangan 2 kapal feri pengangkut WNI sekitar pukul 11:30 Wita langsung diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan yaitu, penyemprotan cairan disinfektan, pemeriksaan suhu tubuh penumpang dengan menggunakan Thermal Scaner

“Ada tahapan harus dilalui WNI mulai dari screening tentang riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang, saturasi oksigen (pemeriksaan udara dalam tubuh) hingga Rapid Tes, sebut Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi.

Hasil pemeriksaan rapid test semua WNI dinyatakan non reaktif (negatif). Dengan demikian,  semua WNI Stranded Tawau Malaysia dipastikan dalam kondisi sehat dan mereka bisa melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing

Dari hasil screening, WNI melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan sebanyak 85 orang, tujuan Sulawesi Barat 3 orang, menetap di Nunukan 9 orang, menetap di Sebatik 4 orang, pulang ke Tarakan 1 orang, 9 orang lainnya pulang tujuan Kalimantan Timur dan 4 orang menginap di Rusunawa Nunukan.

“Tujuan Nunukan dan Sebatik kembali kerumah masing-masing dan melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari,” sebutnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *