aa

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Peringatan Hari Guru 2018 masih diwarnai dengan berbagai persoalan yang dihadapi guru, diantara banyak masalah guru adalah penyelesaian guru honorer menjadi CPNS. Dalam banyak kesempatan, para guru honorer menuntut pengangkatan statusnya menjadi CPNS. Terlebih bagi mereka yang telah mengajar dan mengabdi sebagai guru selama bertahun-tahun.

Hal itu dikatakan Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, wakil rakyat Dapil Kalimantan Timur-Kalimantan Utara dalam rilisnya “Memperingati Hari Guru 25 Nopember 2018”. Komisi X DPR RI adalah komisi yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah dengan pasangan kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi), dan Badan Ekonomi Kreatif.

Menurut Hetifah, DPR terus mendorong pemerintah untuk segera menuntaskan masalah guru honorer. “Kami di DPR sudah menggelar rapat lintas komisi dan kementerian. Ada dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga dari kementerian Agama. Semua berkomitmen untuk menyelesaikan masalah pengangkatan guru honorer ini,” ungkapnya.

Terkait bagaimana rencana pemerintah dalam menyelesaikan masalah guru honorer, Hetifah menyebut ada tiga skema.  Pertama; pada 2018 ini kan pemerintah membuka kesempatan bagi 12.883 guru honorer yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS sesuai peraturan perundang-undangan.  Kedua;  jika tidak memenuhi syarat CPNS, mereka diberikan kesempatan mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketiga; jika tidak memenuhi syarat keduanya tadi, pemerintah memberikan kesempatan bekerja sesuai kebutuhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan gaji sesuai UMR. “Ketiga skema itu  belum sesuai dengan harapan sebagian guru honorer. Untuk itu aspirasi mereka tetap perlu didengar dan diperjuangkan agar mereka bisa mendapatkan hak dan keadilan,” kata Hetifah.

Saat ditanya mengenai harapan terhadap guru, ia mengatakan bahwa guru adalah sosok yang sangat menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, Hetifah berharap agar berbagai persoalan dan masalah-masalah guru segera dapat diselesaikan.

Kepada para guru, Hetifah mengucapkan selamat hari guru.“Saya mengucapkan Selamat Hari Guru 25 November 2018 kepada seluruh guru atas dedikasinya yang selalu menginspirasi harapan, imajinasi dan mengantarkan cita-cita generasi bangsa,” ucapnya. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *