Pencarian dilakukan diantaranya dengan berjalan kaki melakukan penelusuran oleh rescuer Basarnas, Rabu (16/9). (Foto : HO/Basarnas)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Operasi SAR pencarian nenek Sewa (65), warga Bukuan di Palaran, Samarinda, dihentikan hari ini. Selama sepekan dicari, nenek yang diduga tersesat di jalan kawasan tambang batubara itu tidak kunjung ditemukan.

Tim rescuer yang terjunkan langsung dari kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, bersama unit siaga SAR Samarinda, belum menemukan titik terang nenek Sewa, yang hilang sejak 8 September 2020.

“Pada jam 6 sore ini tadi, tim SAR gabungan melakukan debriefing, bersama keluarga korban dengan hasil nihil,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, dalam penjelasan Rabu (16/9) malam.

Berita terkait :

Dicari 6 Hari, Nenek yang Hilang di Samarinda Masih Misteri

Melkianus menerangkan, pencarian dilaksanakan dengan maksimal, dan telah mencapai pencarian di hari ketujuh. “Dengan ini, operasi ditutup,” ujar Melkianus.

Kendati demikian, lanjut Melkianus, apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali. Dengan demikian, semua unsur SAR yang terlibat, kembali ke kesatuan masing-masing.

Debriefing memutuskan pencarian dihentikan setelah mencapai waktu maksimal selama sepekan operasi pencarian (Foto : HO/Basarnas)

“Untuk kemudian, melanjutkan dengan kesiapsiagaan,” terang Melkianus.

Adapun unsur SAR yang terlibat pencarian dalam sepekan ini, antarw lain selain tim Rescuer Basarnas Balikpapan, juga Polsek Palaran, tim Square, LPM Rawa Makmur, Busam, Banda, ERT Mapala/BBA, keluarga korban serta masyarakat.

“Alat utama SAR yang digunakan, seperti truk personil, mobil rescue, motor trail, alat komunikasi seperti telepon satelit, dan peralatan jungle,” pungkas Melkianus. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *