Kendaraan yang melintas di simpang empat Lembuswana sejak kemarin dan hari ini, Selasa (24/3/2020) menurun sekitar 50 persen. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

Kendaraan yang melintas di simpang empat KH Wahid Hasyim Samarinda menuju arah keluar Kota Samarinda sejak kemarin dan hari ini, Selasa (24/3/2020) menurun sekitar 25 persen. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Himbauan tidak keluar rumah atau pembatasan interaksi sosial (social distancing) yang disampaikan pemerintah sejak tanggal 16 Maret 2020, baru mulai dipedulikan sejak Senin (23/3) dan hari ini, Selasa (24/3).

Berdasarkan pantauan Niaga.Asia, dalam dua hari ini, termasuk Senin malam, aktivitas masyarakat di luar rumah turun drastis, itu terlihat dari volume kendaraan, baik roda dua maupun empat  di jalanan  jauh lebih sedikit dibandingkan dari tanggal 16-22 Maret.

Himbauan untuk bekerja dari rumah dan tidak keluar rumah jika tidak untuk urusan sangat penting yang disampaikan Babinsa dan Babinkamtimbas, serta Satpol PP dari kelurahan-keluarahan, Senin juga menekan jumlah orang keluar rumah.

Hari ini, misalnya, sepanjang jalan KH Wahid Hasyim sampai ke simpang empat Lembuswana, Niaga.Asia yang berpapasan dengan kendaraan roda empat, hanya dengan belasan kendaraan roda empat, begitu juga dengan sepeda motor.

Antrian kendaraan roda empat  di lampu merah jalan KH Wahid Hasyim dan persimpangan lainnya di dalam kota, paling panjang hanya 3-4 kendaraan, atau menurun 50 persen dibandingkan seminggu yang lalu. Begitu pula dengan jumlah kendaraan roda dua, juga berkurang.

Keramaian di taman-taman dan café-café terbuka di sepanjang Muso Salim, dan tempat lain, Senin malam juga tampak menurun, meski masih ada anak-anak muda berkumpul, tapi tidak dalam jumlah banyak. Kendaraan yang lalulalang di malam hari juga berkurang banyak, sekitar pukul 22.00 WITA jalanan sudah sepi.

Kendaraan yang melintas di simpang empat KH Wahid Hasyim Samarinda menuju arah keluar Kota Samarinda sejak kemarin dan hari ini, Selasa (24/3/2020) menurun sekitar 25 persen. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

Meski arus kendaraan dalam kota Samarinda turun drastis, tapi kendaraan yang melintas menuju luar kota Samarinda, misalnya ke Bontang, Muara Badak, dan Sangatta, sebagaimana terlihat di simpang empat Sempaja dan ruas jalan DI Panjaitan menuju Bontang, masih cukup ramai, walau tidak seramai hari-hari biasa.

Kondisi di Pasar Segiri juga terlihat sepi dibandingkan seminggu yang lalu, sepeda motor yang parkir lahan parkir juga susut. Bahkan warga yang berbelanja sayur-sayuran dan ikan kering, bisa membawa motornya hingga ke lapak pedangang.

“Sejak kemarin, sangat sepi Pak,” kata  Kartini, pedagang sayur-sayuran kepada Niaga.Asia, Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 13.00 WITA.

Menurutnya, saking sepinya, dia hanya bisa mengambil untung dari penjualan sayur-sayuran di pagi hari, sedangkan harga dari jam 13.00 WITA hingga sore dijualnya dengan harga asal modalnya kembali. “Daripada terbuang percuma,” ujarnya.

Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang ketika diminta tanggapannya kepada Niaga.Asia menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dengan himbauan pemerintah agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Ini masa-masa sulit bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, tapi untuk kepentingan umum, mari kita sama-sama menahan diri. Patuhi anjuran pemerintah. Semuanya untuk kebaikan bersama,” kata Jaang. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *