Ilustrasi Covid-19 (net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Samarinda, sebulan kedepan, diperkirakan terjadi outbreak atau puncak kasus positif Corona 40-80 orang. Sementara di Kalimantan Timur, diperkirakan 500 orang pada akhir Mei-Juni 2020 mendatang.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur, terus melakukan kajian, dan perhitungan perkiraan terjadinya outbreak kasus Covid-19 di Kalimantan Timur.

“Sedang diperhitungkan. Tapi yang menjadi kendala, adalah kecepatan dari hasil pemeriksaan swab dari labkes, (perkiraan) bisa menjadi bias,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, menjawab pertanyaan Niaga Asia, dalam sesi tanya jawab telekonferensi, Senin (20/4).

Andi menerangkan, di sisi lain, hasil dari uji cepat Rapid Diagnostic Test (RDT), cukup menggambarkan potensi jumlah kasus dari hasil pemeriksaan swab, dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Hasil rapid test reaktif terhadap Covid-19, potensial positif (dari hasil pemeriksaan swab di Labkes),” ujar Andi.

Sehingga, dari kalkulasi itu, tim Gugus Tugas sudah bisa memperkirakan angka kasus saat terjadinya outbreak. “Sekitar 500 kasus, terjadi akhir Mei hingga Juni 2020,” ungkap Andi.

Untuk diketahui, kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara, menjadi salah satu dari 3 daerah di kabupaten dan kota di Kaltara, sebagai daerah transmisi lokal. Bulungan sendiri, berbatasan dengan Berau, Kalimantan Timur.

Andi memastikan, tim Gugus Tugas sudah berkoordinasi dan meminta kepada daerah, untuk melakukan upaya pencegahan awal, kemungkinan terjadinya pergerakan orang dari Bulungan, menuju ke Berau.

“Pasti sudah diantisipasi, dengan melakukan skrining di Berau bagi warga yang masuk ke Berau,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *