aa
Ampera adalah gabungan sejumlah organisasi mahasiswa yang aktif mengkritisi pelayanan publik terutama masalah listrik di Kota Nunukan. (Foto: Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nunukan, Kalimantan Utara menduga ada oknum mahasiswa, AS  telah memanfaatkan nama Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (Ampera) Kabupaten Nunukan untuk memeras pengusaha asal dari Sebatik ratusan juta.

“Informasi ini baru kita terima dari anggota Ampera lainnya terkait adanya oknum memanfaatkan nama Ampera dengan meminta uang kepada pengusaha. Kita sudah pegang salinan transfer uang dari pengusaha ke AS,” kata Majelis Pengawas dan Konsultasi di HMI Cabang Nunukan, Jumadi Arisal, hari Kamis (23/8)

Ampera berisi gabungan mahasiswa dari berbagai organisasi ditambah organisasi kemasyarakatan pemuda. Pembentukan Ampera diinisiasi HMI Cabang Nunukan. Konsentrasi perjuangannya adalah mengkritisi krisis listrik berkepanjangan di Nunukan dan kebijakan publik.

Menurut Jumadi, AS saat ini sedang menempuh pendidikan (kuliah) di Makassar, Sulsel. Dalam operasi pemerasannya AS dibantu 2 orang oknum mahasiswa di Nunukan mengatasnamakan Ampera. Pengusaha yang diperas AS adalah pengusaha angkutan laut (speedboat). AS dibantu rekannya menakuti-nakuti angkutan laut yang juga sering menyelundupan manusia dari Nunukan-Sebatik ke Malaysia.

Momen yang dipakai AS ketika terjadi lakalaut melibatkan speedboat di Sebatik pada Juni lalu. “AS dan 2 orang temannya selalu mengatas namakan Ampera mengancam pengusaha akan menggelar demo besar-berasan terkait kecelakaan speedboat di Sebatik,” ungkap Jumadi.

Dengan segala bentuk rekayasa, AS berhasil menekan pengusaha pemilik speedboat dan akhirnya, pengusaha ini memberikan imbalan uang ratusan juta demi menggagalkan aksi rencana demo di Sebatik. Tidak hanya satu pengusaha, AS juga meminta uang ke pengusaha lainnya yang mereka nilai memiliki kesalahan atau menjalankan bisnis illegal, bahkan informasin yang diterima HMI, ada  juga sejumlah anggota dewan menjadi korban pemerasan. “Rencana demo itu bukan atas perintah HMI Nunukan, kami juga tidak pernah meminta-minta kepada siapapun,” tuturnya.

Diterangkan pula, lewat Ampera, HMI sebagai induk organisasi berharap ada kebaikan yang dibuat Ampera dalam hal membantu masyarakat, namun tujuan mulia ini disalah gunakan oleh oknum memeras pengusaha atau orang yang dianggap memiliki masalah. “Kami memiliki bukti transfer uang dari pengusaha ke AS, ada juga pengakuan dari orang suruhan pengusaha yang mengetahui pemerasan itu,” ucapnya.

Dengan kejadian ini, HMI Cabang Nunukan akan menindaklanjuti bukti-bukti dan mengkonfirmasi ke pelaku Jika dugaan ini terbukti benar, HMI tidak segan-segan melaporkan kejadian ke aparat Kepolisian. “Kami minta kembalikan uang itu, HMI tidak meminta-minta uang. Prilaku oknum Ampere sudah mencoreng arganisasi dan teman-teman,” tambanya.

Sebagaimana informasi yang berkembang masyarakat, perkumpulan Ampera berencana menggelar demo kecelakaan speedboat yang menewaskan 8 orang TKI dan 2 korban hilang pada 29 Juli 2018 lalu. Kerena dianggap persoalan besar, Ampera bersama mahasiswa Sebatik berencana menggelar demo agar pelaku kejahatan diproses hukum, tidak hanya speedboat berpenumpang TKI tapi juga speedboat lawan dari kecelakaan itu. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *