aa
Handphone milik narapidana Lapas Nunukan dimusnahkan dengan cara direndam dalam aquarium. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Lembaga Pemasyarakatan Nunukan membuka warnet video call khusus bagi narapidana (napi), atau warga binaan. Warnet dibuka untuk memenuhi hak-hak napi dalam berkomunikasi dengan keluarga inti masing-masing, sekaligus sebagai larangan penggunaan headphone pribadi.

“Semua Lapas dan Rutan ataupun sel-sel tahanan melarang penghuninya memiliki atau menggunakan alat komunikasi pribadi. Sebagai penggantinya kita sediakan warnet dilengkapi fasilitas video call dalam berkomunikasi dengan keluarga inti mereka,” kata Kepala Lapas kelas II Sei Jepun Nunukan, Pujiono Slamet, Sabtu (17/8/2019).

baca juga:

463 Warga Lapas Nunukan Dapat Remisi, Delapan Langsung Bebas

Ditegaskan, penggunaan alat komunikasi pribadi dilarang, bagi yang kedapatan memasukkan alat komunikasi maka disita, kemudian dimasukkan ke dalam aquarium. Alat komunikasi pribadi dilarang agar warga tidak terlibat lagi dalam kegiatan yang buruk.

Namun, dibalik ketegasan itu, napi diperkenankan  berkomunikasi  dengan keluarga dilua yang tujuannya positif. Agar terpantau dan terdeteksi, Lapas  membuat terobosan baru dengan membuka warung telekomunikasi (Warnet) video call yang bisa berhubungan tatap muka antara penghuni lapas dengan keluarganya.

Demi tetap memberikan hak komunikasi dengan keluarga, Lapas Nunukan dalam waktu dekat akan membuka warnet yang dalam komunikasinya bisa bertatap muka lewat layar televisi yang dipantau oleh petugas.“Kita siapkan khusus warnet video coll live aplikasi dengan tarif Rp 500 per-menit,” ujarnya.

Menurut Pujiono, layanan video call bagi napi  telah ada dibeberapa Lapas dan Rutan Indonesia. Saat napi berkomunikasi, petugas jaga akan memandu dan mengontrol semua nomor-nomor telepon tujuan. “Model membuka warnet terbuka untuk napi lebih mudah dikontrol,” ujarnya.

Masuknya headphone ke Lapas, berdasarkan penelusuran, kata Pujiono, tidak bisa dipungkir berawal dari pihak keluarga atau oknum-oknum tertetu yang sengaja menyeludupkan atau menyisipkan barang tersebut dalam sebuah benda titipan milik tahanan. “Sekarang kita kontrol semua barang bawaan dan barang titipan, jangan coba-coba seludupkan Hp dan barang terlarang lainnya,” tuturnya.

Ide menggunakan layanan video call di Lapas Nunukan lahir dari sering kalinya ditemukan Hp milik  napi ataupun bukti-bukti komunikasi sosial media yang aktif berkomunikasi dengan masyarakat luar.

Dari bukti-bukti chat dan percakapan itulah, petugas Lapas di bulan Juni 2019 melakukan razia  dan menemukan ratusan  Hp milik napi. Hp  itu dimusnahkan dan sebagian, sebagai bukti dipampang di dalam aquarium. “Lihat itu aquarium, di dalamnya ada Hp napi, kita bikin terumbu karang untuk ikan – ikan. Hal ini sebagai peringatan keras,” bebernya. (002)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *