Tim BPBD Nunukan di lokasi banjir perkampungan Mamolo. (Foto : HO/istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Tingginya curah hujan sejak dini hari hingga pagi tadi, menyebabkan air Sungai Mamolo, kelurahan Tanjung Harapan di Nunukan, Kalimantan Utara, meluap dan merendam tidak kurang 40 rumah warga.

“Meluapnya air sungai, dampak dari tingginya curah hujan yang turun sejak jam 00.50 dini hari tadi,” kata Kepala Seksi Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanudin.

Genangan air tertinggi melanda tiga wilayah pemukiman penduduk yaitu di RT 01, 10, dan RT 11 dengan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 1,2 meter. Praktis, rumah-rumah penduduk yang berada di daratan rendah terendam banjir dalam.

Tidak hanya merendam rumah milik warga, banjir juga merusak kebun, tanaman dan persawahan warga setempat. Kerusakan akibat banjir dirasakan juga oleh petani rumput laut dan nelayan, karena tenggelamnya sejumlah perahu. “Ada sekitar 4 parahu tenggelam. Selebihnya mengalami rusakan parah, tapi tidak sampai hanyut terbawa arus sungai,” ucapnya.

Selain merendam perkampungan penduduk, kuatnya arus sungai Mamolo pada hari itu merusak 2 jembatan penghubung. Tim BPPD yang tiba di lokasi kejadian sejak pukul 06.00 Wita, langsung melakukan evakuasi baik barang maupun orang.

BPPD Nunukan menurunkan 1 unit perahu lipat untuk evakuasi korban, 1 unit mobil rescue dan 1 unit pickup, serta 1 unit motor trail dan beberapa alat tambahan, untuk empermudah evakausi korban banjir. “Kita turunkan 15 personel BPBD Nunukan dibantu polisi, bersama warga sekitar, yang ikut membantu evakuasi,” ucapnya.

Dalam keadaan darurat ini, tim BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa, melainkan hanya 1 orang sakit dan pada saat itu juga langsung dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan, dengan menggunakan ambulan.

Evakuasi banjir dihentikan sekitar pukul 10.00 WITA. Saat ini, kondisi perkampungan penduduk mulai normal karena genangan air mulai surut, dan sebagian wilayah tetap dalam pengawasan. Sebab, ketinggian air masih merendam sejumlah ruas jalan.

“Luapan air disebabkan curah hujan tinggi, bersamaan pasang air laut cenderung lambat surut. Perlu waktu beberapa jam untuk normal kembali,” katanya. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *