
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pergerakan wisata dan aktivitas bisnis di Kota Balikpapan menunjukkan sinyal positif menjelang akhir 2025.
Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya okupansi hotel sekaligus bertambahnya durasi menginap tamu, menandakan roda pariwisata dan ekonomi lokal tetap berputar.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2025 mencapai 64,69 persen.
Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan Oktober 2025 yang naik 8,35 poin, meskipun masih sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menilai peningkatan bulanan tersebut mencerminkan geliat mobilitas tamu yang masih terjaga, baik untuk keperluan wisata, perjalanan dinas, maupun kegiatan bisnis.
“Secara bulanan, tren pergerakan tamu menunjukkan arah yang positif. Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi dan pariwisata tetap berjalan,” kata Marinda, melalui keterangan tertulis, Senin 5 Januari 2026.
Jika dilihat berdasarkan kelas hotel, hotel bintang tiga mencatat performa tertinggi dengan tingkat hunian mencapai 73,13 persen.
Posisi berikutnya ditempati hotel bintang lima dengan 71,14 persen, disusul hotel bintang empat sebesar 63,39 persen. Sementara itu, hotel bintang satu dan dua masih berada di level terendah dengan okupansi 40,87 persen.
Tak hanya tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu juga mengalami peningkatan.
Pada November 2025, tamu hotel tercatat menginap rata-rata 1,70 hari, lebih lama dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Tamu mancanegara bahkan mencatat durasi menginap lebih panjang, yakni 2,46 hari, sementara tamu nusantara berada di kisaran 1,69 hari.
Menurut Marinda, bertambahnya lama tinggal tamu memberikan dampak langsung bagi perekonomian daerah. Sektor-sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, hingga jasa pariwisata turut merasakan efek berantai dari peningkatan tersebut.
“Semakin panjang durasi tinggal, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal,” jelas Marinda.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanBPSPerhotelan