aa
Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang. (Foto Intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Direksi Perusuhaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Samarinda tidak perlu menomorsatukan setoran ke kas daerah, karena investasi untuk peningkatakan kualitas pelayanan lebih penting.

“Fokus ke peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan karyawan. Untuk masalah seotran ke kas daerah tidak masalah jadi nomor tiga. Saya di Pemkot Samarinda bisa saja meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sumber lainnya,” kata Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang ketia memberikan sambutan di acara syukuran HUT Ke-45 PDAM Tirta Kencana Samarinda, Sabtu (13/4/2019).

Hadir lengkap dai acara syukuran tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, ST, MM, Direktur Teknik, Ali Rahman, dan Direktur Umum, Yusfian Noor, SE, mantan Dirut PDAM Samarinda, Yusrani A Pris, Sekda Kota Samarinda, H Sugeng Chairuddin, ketua dan anggota Badan Pengawas PDAM,  segenap karyawan dan karyawati PDAM dan keluarga.

Menurut Walikota, kondisi dan situasi yang dihadapi PDAM Samarinda tidak sama dengan PDAM kota-kota lainnya di Indonesia. Samarinda kota terluas setelah Jakarta. Luas samarinda 718 km2 atau 7 kali lebih luas kota Banjarmasin. “Jadi jelas diperlukan investasi jauh lebih besar dibandingkan PDAM kota lainnya,” ucap Jaang.

Berdasarkan hitung-hitungan, jumlah rumah tangga yang tersambung ke PDAM pemenuhan kebutuhan airnya memang sudah 96%, tapi itu belum cukup, karena, kata walikota, keluhan saat ini adalah pada kualitas air dan layanan air mengalir belum merata 24 jam. “Saya masih sering dikirimi warga aneka keluhan, misalnya foto air PDAM yang warnanya coklat, seperti teh susu, air  mati dan lain sebagainya,” kata wali kota.

Untuk itu, kata Jaang, kalau PDAM memperoleh keuntungan, keuntungan itu silakan lebih banyak digunakan untuk investasi lagi (reinvestasi) agar kualitas air dan pelayanan lebih berkualitas lagi. PDAM perlu banyak uang untuk meningkatkan kualitas layanan, karena kota ini luas dan berbukit-bukit, dperlukan banyak alat pendorong (boster) agar air mengalir 24 jam ke rumah-rumah pelanggan.

“Warga sering bicara sama saya, apa susahnya menyedot air dari sungai Mahakam. Menyedot air dari Mahakam memang gampang, dapi mengalirkan air ke kawasan yang lebih tinggi, sampai ke Solong Durian jelas tidak gampang,” ungkap Jaang.

aa
Syukuran HUT Ke-45 PDAM, Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang menyerahkan tumpeng ke mantan Dirut PDAM, H Yusrani A Pris. (Foto Intoniswan)

Untuk meningkatkan kualitas layanan, lanjut walikota, dia bersama Pemprov Kaltim sedang berusaha agar Intake di Kalhold bisa difungsikan dengan menambah investasi terlebih dahulu. Kemudian SPAM Sungai Kapih juga akan difungsikan setelah permasalahan di internal Pemkot Samarinda di-clearkan. Kedua unit produksi air tersebut sangat diperlukan memenuhi kebutuhan air di Kecamatan Sambutan hingga tembus ke Kecamatan Sungai Pinang. “Kita juga perlu mengalirkan air ke perumahan Den Zipur di Sambutan. Saya sudah berjanji dengan Pangdam, perumahan Zipur selesai, air masuk,” ujarnya.

PDAM juga perlu investasi bagi memenuhi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Samarinda Utara, khususnya di Kelurahan Sungai Siring, dimana Bandara APT Pranoto berada dan sudah berfungsi. “Sejak Bandara APT Pranoto beroperasi, pejabat dari Pemerintah Pusat sudah mau menyelenggarakan rapat-rapat pembangunan di Samarinda. Minggu lalu saya rapat bersama pemerintah pusat di Bandara APT Pranoto. Pagi mereka datang, langsung rapat, sore mereka kembali lagi ke Jakarta,” ungka Jaang.

Oleh karena itu, lanjutnya suplay air ke Bandara APT Pranoto harus dipastikan lancar dan kualitas airnya bagus. Sungai Siring juga berkembang jadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Samarinda dan memerlukan air bersih. “Makin banyak orang datang ke Samarinda, makin banyak air bersih diperlukan,” kata walikota mengingatkan. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *