hut
Gubernur Kalimantan Utara, H Irianto Lambrie didampingi wakilnya H Udin Hianggio bersama pimpinan DPRD Kaltara, Ketua Marthen Sablon dan wakilnya, Abdul Jalil Fatah, serta Andi Muhammad Akbar Mattawang Djuarzah di HUT Ke-5 Provinsi Kaltara. (Foto Infopubdok Kaltara)

TANJUNGSELOR.NIAGA.ASIA-“Berdasarkan aturan perundang-undangan, memasuki usianya yang kelima, Kaltara selangkah lagi akan menjadi daerah otonomi penuh. Alhamdulillah, selama lima tahun ini juga, sudah cukup banyak capaian pembangunan yang bisa dirasakan manfaatnya,” kata Gubernur Kalimantan Utara, H Irianto Lambrie menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 dimulainya Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara dalam Rapat Paripurna Istimewa ke-II di Ruang Rapat DPRD Provinsi Kaltara.

Hari ini sudah 5 tahun usia Provinsi Kaltara dan memasuki tahun ke-3 dalam arah kebijakan pembangunan dalam tahapan “Mempercepat Pembangunan Ekonomi Kalimantan Utara Didukung Oleh Infrastruktur Yang Memadai”

Usia yang masih sangat belia, namun atas dukungan dari semua pihak, dapat membuktikan diri sejajar dengan provinsi lainnya di nusantara yang ditandai dengan berbagai prestasi yang telah diraih. Hal ini tentu tidak lepas dari sinergitas seluruh komponen baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, elemen masyarakat, perguruan tinggi dan swasta maupun pihak-pihak lainnya.

Berbagai sarana infrastruktur sudah terbangun. Mulai dari sarana perkantoran, jalan dan jembatan hingga sarana kesehatan, Pendidikan maupun perhubungan. Seperti bandara, pelabuhan dan fasilitas lainnya. Dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, atas sinergi dengan pusat kita ada program bantuan rehab rumah warga kurang mampu.  Sejak 2014 hingga sekarang sudah ada sekitar 6000 rumah warga miskin yang dibantu, diperbaiki rumahnya hingga menjadi rumah layak huni.

“Kaltara kita bangun mulai dari 0 (nol). Sejak awal Kaltara tidak memiliki apa-apa. Bukan hal mudah membangun segala hal dari nol. Tapi juga bukan perkara yang tidak mungkin. Karena buktinya hari ini seperti yang telah saya sebutkan tadi dan kita lihat bersama,” ungkapnya.

Dari 0 rupiah di awal pemerintahan, APBD Kaltara terus mengalami peningkatan. APBD Kaltara sebesar Rp 1,73 triliun di tahun 2014. Kemudian naik lagi menjadi Rp 2,9 triliun di tahun 2016 dan terakhir pada 2018, posisi APBD Kaltara mencapai Rp 3,15 triliun.

Alokasi anggaran yang terus meningkat, diharapkan bisa mempercepat gerak pembangunan di Kaltara yang punya misi menjadi provinsi muda terdepan di Indonesia.  Atas capaian yang kita peroleh ini, belum sepenuhnya bisa terpenuhi.  “Dengan segala kerendahan hati, saya mengajak kepada kita semua untuk tidak cepat berpuas diri. Karena jalan kita ke depan masih panjang, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan guna menjadikan Provinsi Kaltara maju dan terdepan,” kata gubernur.

Dalam kesempatan itu Irianto mengajak semua pihak merasa bangga karena telah menjadi bagian dari proses pembangunan provinsi muda ini dari awal dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Kalimantan Utara untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keheterogenan masyarakat di provinsi yang kita cintai ini.

Dengan selalu berpikiran positif, jauh dari prasangka buruk, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan, saya yakin dan percaya akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan tugas-tugas kita bersama kedepan. “Semoga segala usaha dan upaya kita untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Utara yang kita cintai ini bernilai ibadah dan dicatat sebagai amal kebaikan disisi Allah SWT.. Amiin…”

Berita Terkait