aa
Aktifitas sebelum keberangkatan kapal KM Lembelu dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Balikpapan.

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pelayaran KM Lembelu rute Selat Sulawesi alur laut Nunukan menuju Balikpapan dikabarkan mengalami insiden. seorang penumpang yang belum diketahui identitasnya diduga melompat dari dek belakang lantai 7 kapal yang dioperasikan PT Pelayaran Nusantara Indonesia (Pelni) tersebut.

Kejadian yang hingga kini belum bisa dipastikan tersebut berawal dari informasi penjaga toko kapal yang melaporkan ke anjungan dengan membawa dua orang saksi mata Kamal (66) dan Samsudding (34) melihat sesorang lombar dari atas kapal KM Lembelu pada, Minggu (09.06/2019) sekitar pukul 08:48 Wita.

Setelah melaporkan kejadian, Benni Abadi selaku Mualim – III melaporkan kejadian ke nakhoda KM Lembelu untuk mengubah haluan kapal sekaligus olah gerak menuju arah korban jatuh pada posisi koordinat 3° 36’992N-118 °  12 343E.

Dalam kejadian itu, nahkoda mengumumkan ke penumpang bahwa apabila ada keluarga dari korban yang melompat ke laut segera menuju informasi dek 5 kapal, namun hingga berapa jam, tidak satupun menumpang mengaku datang sebagai keluarga.

aa
Berita Acara yang ditanda tangani saksi pelapor dan Nakhoda Kapal Motor Lambelu.

Pencarian korban dilakukan sebanyak 5 kali dengan berputar pada posisi lompatnya korban, namun hingga proses pencarian berakhir, identitas korban tidak diketahui dan sekitar pukul 10 04 Wita, nahkoda memutuskan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Balikpapan.

Informasi dari dua saksi mata mengatakan bahwa korban lombat kelaut diperkirakan berusia 40 tahun memakai baju hitam dan celana jin hitam, memakai peci, korban datang dari arah belakang melewati pagar kapal dek 7 berdiri di kanopi sebelah kiri.

Sebagai laporan kejadian, PT Pelni dalam surat tertulis menyampaikan perihal berita pencarian orang loncat ke laut No.06.09/01/BA/775/2019, surat tersebut diketahui oleh Nahkoda KM Lembelu Indra Prasetyawan tanggal 09 Juni 2019.

Secara terpisah, Kepala PL Pelni Nunukan Alexius mengaku tidak mendapat laporan kejadian dan tidak pula menerima data dan informasi adanya penumpang dari kapal rute perlayanan Pelabuhan Nunukan – Pelabuhan Balikpapan. “Saya tidak bisa memberikan komfiirmasi, karena saya tidak tahu kejadiannya. Kami juga tidak menerima data laporan dari KM Lembelu,” bebernya. (002)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *