Komisoner KPU Samarinda, Najib. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Iklan kampanye pasangan calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Tahun 2020 di media massa cetak, elektronik, dan daring  (online) 14 hari sebelum masa tenang, atau dari 22 Nopember – 5 Desember.

“Aturan demikian sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 47A ayat (2),” kata Komisioner KPU Samarinda, Najib pada Niaga.Asia, Rabu (07/10/2020).

“Khusus iklan di kampanye di media massa cetak dan elektronik (radio dan televisi), dan daring difasilitasi oleh KPU, paling banyak banyak hanya  satu banner,” terangnya.

Sedangkan di media daring (online) yang dibiayai pasangan calon paling banyak di 5 media daring, setiap hari selama masa penayangan iklan kampanye.

Kemudian untuk di media sosial (medsos), kegiatan kampanye paslon sudah dimulai sejak 26 September  – 5 Desember 2020, di masing-masing akun resmi paslon yang didaftarkan ke KPU, yang jumlahnya paling banyak 20 akun resmi untuk seluruh aplikasi.

“Paslon wajib menonaktifkan akun resmi medsos-nya paling lambat sebelum dimulainya masa tenang. Masa tenang mulai tanggal 6 Desember 2020,” kata Najib.

Menurut Najib, pengertian media daring di PKPU Nomor 11 Tahun 2020 adalah segala bentuk platform media dalam jaringan internet atau online yang memiliki tautan, kontek aktual secara multimedia, atau fasilitasi pertemuan virtual dengan menggunakan teknologi informasi.

“Sedangkan iklan kampanye di medsos adalah penyampaian pesan kampanye memalui media sosial yang dibiayai oleh pasangan calon,” kata Najib lagi.

Iklan kampanye di media daring adalah penyampaian pesan kampnaye melalui media daring yang dibiayai oleh paslon. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *