Plt Kadinkes Provinsi Kaltim Andi M Ishak (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, melakukan tracing ketat warga Kaltim, usai mengikuti sidang sinode di Bogor, Jawa Barat. Belasan orang terpaksa dikarantina.

“Hasil tracing, ada 14 orang sekarang sedang dikarantina di Balikpapan,” kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, di kantornya, Senin (23/3) sore.

Tracing hingga berujung isolasi 14 orang itu, bukan tanpa alasan. Sedikitnya, terbukti ada 2 orang terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona (Covid-19), sepulang sinode yang digelar 26-29 Februari 2020 di Bogor.

Berikutnya, juga ada kegiatan KPU di Jakarta, yang berlangsung 9-11 Maret 2020. Masih dari hasil tracing, ada 7 orang lainnya dari Kaltim, yang kontak erat dengan pasien positif di kota Bontang.

“Seperti kita ketahui, pasien di Bontang ini, kontak erat dengan pasien yang dirawat di RSUD AM Parikesit di Tenggarong,” ungkap Ishak.

Ishak mengingatkan, potensi transmisi lokal dalam penyebaran virus Covid-19. “Transmisi lokal cukup membahayakan bagi kita. Hindari sekarang, jangan lakukan perjalanan ke daerah yang terjadi penularan lokal. Terbukti, perjalanan seperti dari Surabaya, kemudian Jakarta,” ungkap Ishak.

Kedepan, lanjut Ishak, Dinkes Kaltim melakukan antisipasi kemungkinan pasien PDP dan positif, terus bertambah. Diantaranya, pengalihan fungsi ruangan nantinya, di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

“Juga kita sedang upayakan, seperti pemanfaatan asrama haji, di Balikpapan, dan kita koordinasikan dengan Pemprov Kaltim,” tutup Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *