
HEFEI.NIAGA.ASIA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Jumat (28/11/2025) menyelenggarakan Indonesia Investment Business Forum di Kota Hefei, salah satu pusat inovasi paling cepat berkembang di Tiongkok, untuk membicarakan potensi dan perkembangan kerja sama investasi di tengah momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok.
Berbagai isu krusial seperti energi hijau, hilirisasi industri, manufaktur berteknologi tinggi, ketahanan pangan, hingga peluang investasi dalam ekonomi digital masuk menjadi topik pembahasan di dalam forum yang menghadirkan pejabat pemerintah, investor, dan perusahaan terkemuka dari kedua negara.
Kota Hefei sengaja dipilih sebagai lokasi Forum karena dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekspor Hefei berhasil melonjak terutama melalui New Energi Vehicle (NEV) dan Photovoltaic (PV) cells yang meningkat hingga 23,7%.
Pertumbuhan ekonomi Kota Hefei di tahun 2024 sangat agresif dengan PDB yang mencapai USD 188 miliar, sementara Provinsi Anhui di mana Kota Hefei berada mencatat PDB USD 684 miliar di tahun 2024.
Forum dibuka oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir, yang menekankan pentingnya momentum 75 tahun hubungan diplomatik sebagai babak baru bagi hubungan ekonomi kedua negara.
“Prioritas pembangunan Indonesia sebagaimana terefleksikan dalam Asta Cita bertujuan untuk membangun ekonomi yang maju, kuat, dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan keunggulan yang dimiliki oleh Anhui,” ujar Berlianto.
“Forum hari ini di Hefei merupakan lokasi yang tepat karena Hefei melambangkan kemajuan pesat Tiongkok dalam teknologi dan inovasi,” tambahnya.
Sementera Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha C. Nasir, dalam keynote speech, menyoroti potensi investasi di Indonesia terutama di sektor EV dan ekosistem baterai, teknologi digital, serta pertanian dan pangan.
“Indonesia dan Tiongkok merupakan dua kekuatan ekonomi Asia. Keduanya memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di kawasan,” ujarnya.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia telah mendorong rantai pasok baru serta demand tinggi untuk produksi pangan, sehingga membuka peluang investasi besar di sektor pertanian, logistik, dan pemrosesan makanan.
Wamenlu Arrmanatha Nasir juga memaparkan pembentukan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD), yang dipimpin bersama oleh Menlu RI dan Menlu Tiongkok, yang salah satunya bertujuan memfasilitasi penguatan investasi dua arah.
“Kementerian Luar Negeri beserta seluruh perwakilan RI di Tiongkok siap mendukung para pelaku bisnis dalam menciptakan peluang kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” pungkas Wamenlu.
Di sela-sela Forum, lima buah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang telah ditandatangani. Ketiga MoU tersebut meliputi, Pertama; kerja sama pengembangan Electric Vehicle Charging Infrastructure dan bidang-bidang terkait lainnya antara Anhui Jianghuai Automobile Group Corp., Ltd. dengan PT. Utomo Mobilitas Bersih Indonesia dan PT. Indomobil Vktr Transportasi.
Kedua; kerja sama Indonesia-China Floating PV Industrialisation Capacity Building antara Sungrow FPV Sci&Tech Co., Ltd. dan Utomo SolaRUV. Ketiga; investasi dan pengembangan smart energi power plant di Pulau Galang, Kepulauan Riau antara PT. Wiraraja Strategix dan PT. Dongfang Electric Indonesia.
Keempat; kerja sama pengembangan berbagai proyek yang tidak terbatas pada proyek energi terbarukan antara PT. Marubeni Global Indonesia dengan Shanghai Electric Power Transmission and Distribution Engineering Co., Ltd.
Kelima; investasi di Kaolin dan pada proyek quartz sand deep processing antara PT. Bahan Kuarsa Dua dan Anhui Zhenjin Resources Co., Ltd.
Dua sesi diskusi yang berlangsung selama forum memberi ruang dialog langsung antara pemerintah, pelaku industri, dan investor. Sesi pertama membuka diskusi potensi investasi Tiongkok di Indonesia dan mengenai peran Local Currency Settlement (LCS) antara Indonesia dan Tiongkok.
Sementara sesi kedua berusaha memberikan panduan konkret mengenai berinvestasi di Indonesia, bagaimana perusahaan Tiongkok Gotion berinvestasi di Indonesia, bagaimana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dan Kendal menawarkan fasilitas bagi pelaku industri, serta bagaimana bank seperti Bank Mandiri, HSBC, dan UOB dapat mendukung ekosistem investasi.
Indonesia Investment Business Forum merupakan ruang strategis untuk berdiskusi, mempertemukan mitra, serta membangun pemahaman yang mendalam mengenai arah investasi strategis Indonesia di masa mendatang.
Forum ini menargetkan capaian praktis melalui penguatan jaringan antara investor Tiongkok dan proyek-proyek prioritas di Indonesia, dialog langsung dengan otoritas terkait, dan pembukaan jalur kerja sama di berbagai sektor esensial.
Sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, KJRI Shanghai mengundang mitra di Tiongkok untuk menjajaki berbagai peluang investasi di Indonesia yang bermanfaat bagi kedua pihak. KJRI Shanghai berkomitmen untuk terus menjadi fasilitator bagi pengembangan kerja sama ekonomi yang konkret dan berkelanjutan antara kedua negara.
Sumber: Kemlu RI | Editor: Intoniswan
Tag: Investasi