Indonesia Kembali Menyelenggarakan INA-LAC Business Forum

Darianto Harsono. (Foto Kemlu)

JAKARTA.NIAGA.ASIA  – Dalam rangka meningkatkan penetrasi pasar Indonesia di kawasan Amerika Latin dan Karibia, Indonesia akan kembali menyelenggarakan “INA-LAC Business Forum” tahun ini. Hal ini didukung dengan serangkaian kegiatan antara lain focus group discussion bertajuk “Upaya Peningkatan Peran INA-LAC Business Forum dalam Mendorong Diplomasi Ekonomi Indonesia ke Kawasan Amerika Latin” (25/03/2022).

Para pembicara pada umumnya menyampaikan bahwa kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Indonesia. INA-LAC Business Forum yang merupakan flagship program Kementerian Luar Negeri dinilai memiliki peran dan kontribusi signifikan dalam mendorong peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Amlatkar.

Menurut Plt. Kepala Pusat Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri, Muhammad Takdir, business deals yang terjadi dalam INA-LAC Business Forum harus dapat diwujudkan dalam bisnis riil.

“Hambatan melakukan bisnis Indonesia degan kawasan Amlatkar dapat diatasi dengan peningkatan outbound investment Indonesia ke negara-negara di kawasan Amlatkar. Hal tersebut akan menjadi solusi komprehensif hambatan perdagangan yang selama ini ada antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan tersebut,” imbuh Muhammad Takdir.

Sementara itu Direktur Amerika II, Darianto Harsono menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun semenjak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019, INALAC BF menunjukkan peran dan kontribusi yang semakin dapat dirasakan oleh para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan di Indonesia dan kawasan Amlatkar.

“INA-LAC BF telah berkontribusi dalam mengurangi berbagai tantangan yang ada misalnya jarak, faktor geografi, konektivitas, hambatan tariff dan non-tarrif, sekaligus meningkatkan wawasan masyarakat mengenai Amerika Latin,” ujarnya.

Diluncurkannya INA-ACCESS pada tahun 2021, telah menjadi instrumen utama diplomasi ekonomi yang mengintegrasikan dan mendigitalisasi promosi dan interaksi perdagangan, pariwisata dan investasi (TTI) Indonesia dengan mitra di kawasan dimaksud.

Dalam INA-ACCESS, tercatat sebanyak 751 exhibitor terdaftar, yang mana 60% diantaranya adalah UMKM Indonesia; 963 pengunjung; dan 4.740 display products. Berdasarkan data google analytics, sejak bulan Agustus 2021 – Maret 2022, INA-ACCESS dikunjungi 1.633 orang termasuk calon buyer dan investor potensial dari 139 negara.

Pembicara dari KADIN dan UGM menekankan pentingnya peningkatan kerja sama dalam bidang ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Beberapa negara Amerika Latin telah menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama pengembangan start-up.

Para narasumber juga menekankan mengenai pentingnya pengusaha Indonesia untuk berani melakukan bisnis di kawasan Amlatkar termasuk yang saat ini terkena sanksi ekonomi Amerika Serikat, yaitu Venezuela dan Kuba.

Sumber : Kementerian Luar Negeri | Editor : Intoniswan

Tag: