Ini Bisnis Lain Polisi di Kaltara yang Ditangkap di Tarakan

Tim Ditreskrimsus Polda Kaltara membongkar 17 kontainer isi pakaian bekas di pelabuhan Tarakan diduga bisnis ilegal Briptu Hasbudi, Kamis 5 Mei 2022 (Foto : istimewa)

BULUNGAN.NIAGA.ASIA — Personil Ditpolairud Polda Kaltara, Briptu Hasbudi ditetapkan tersangka kasus dugaan tambang emas ilegal di Sekatak, Bulungan. Belakangan dia punya sederetan bisnis lain.

Kabar didapat niaga.asia, usai menangkap Briptu Hasbudi di Bandara Juwata Tarakan, dia dibawa ke rumahnya oleh tim Ditreskrimsus Polda Kaltara, Polres Tarakan dan Polres Bulungan, untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Mencuat dugaan, Briptu Hasbudi memiliki sederetan bisnis lainnya yang juga diduga bisnis ilegal.

“Iya benar, jadi setelah penangkapan kami lanjutkan lakukan penggeledahan di rumahnya saudara Hasbudi. Di sana kami menemukan ada beberapa buku rekening, buku catatan bukti alur keluar masuk uangnya. Kemudian ada aliran ke beberapa pihak atau pejabat,” kata Dirkrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy F Kurniawan, dikonfirmasi wartawan dari Samarinda, Kamis.

Saat memberikan penjelasan itu, Hendy lagi memimpin timnya di lapangan untuk melakukan pengecekan menggunakan anjing pelacak di kontainer berisi baju bekas.

“Kami juga menemukan adanya manifest atau pengiriman kontainer yang tidak sesuai dengan isinya. Disamarkan, dalam pengiriman isinya rumput laut. Ternyata isinya adalah baju bekas,” ujar Hendy.

“Sehingga kami lakukan pengecekan lagi. Mulanya hanya ada empat kontainer, tetapi berkembang menjadi 17 kontainer,” tambah Hendy.

Kronologi Polisi Ditangkap di Bandara Juwata Tarakan

Pakaian bekas itu lanjut Hendy diimpor dari Malaysia. “Ini dari Malaysia, kami masih melakukan pengecekan karena ada informasi bahwa di dalam baju bekas itu ada diselipkan narkoba. Sehingga kami turunkan anjing K-9 bantuan dari Bea Cukai,” jelas Hendy.

Hendy pun mengungkap dugaan bisnis ilegal lainnya oleh tersangka Hasbudi, selain tambang ilegal dan pakaian bekas. “Daging selundupan dan lain-lain sebagainya. Masih dalam pengembangan,” terang Hendy.

“Kalau menjalani bisnis ilegalnya itu harus per item yaa. Untuk tambang emas ilegal ini dari anak buahnya ada sekitar dua tahunan. Kalau manifest itu sudah tahunan,” jelasnya lagi.

Belum diketahui persis kabar Hasbudi sosok terkenal di Kalimantan Utara disebabkan bisnis yang dilakoninya itu. Terlebih lagi dia aktif di salah satu organisasi.

“Kalau soal itu, kami tidak terkait atau mengkaitkan. Yang jelas, kami menerima ada informasi adanya tambang emas ilegal, lalu kami lakukan penyelidikan,” tegas Hendy.

Penangkapan Hasbudi sendiri dipastikan dari keterangan sejumlah saksi, yang menjelaskan pemilik tambang emas ilegal di Sekatak adalah milik Hasbudi.

“Kami lakukan pelacakan, dengan menyita sejumlah alat seperti handphone. Kemudian diduga kuat bahwa yang bersangkutan berupaya untuk menghilangkan barang bukti. Sehingga kami lakukan penangkapan kemarin,” demikian Hendy.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

 

Tag: