Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia Anis Matta saat diwawancarai di Samarinda, Sabtu (25/5) malam (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah berencana memindahkan ibukota negara. Dua provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, jadi kandidat. Namun menurut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Anis Matta, rencana itu bukan prioritas.

“Itu ide lama ya. Sejak Presiden Soekarno sampai sekarang, tidak ada yang bisa mengeksekusinya,” kata Anis, ditemui wartawan di Samarinda, di sela Buka Puasa Bersama Pengurus Garbi Kaltim, di Samarinda, Sabtu (25/5) malam.

Menurut Anis, dia tidak melihat rencana pemindahan ibukota itu harus dilaksanakan dalam.waktu dekat. Sebab, banyak contoh ibukota terpisah dengan pusat bisnis dan juga sebaliknya menyatu dengan pusat bisnis.

“Menurut saya, substansinya bukan di situ. London misalnya, kan ibukota negara, di situ juga pusat bisnis dan pemerintahannya. Kalau pemerintahan ekfektif, sebenarnya kata kuncinya bukan pada pemindahan ibukota,” ujar Anis.

“Pemindahan ibukota itu biasanya ada dalam negara ya baru berdiri. Waktu buat lanskap keseluruhan negara. Tapi kalau Indonesia, ide ini (pemindahan ibukota) tidak terlalu signifikan untuk saat ini. Tapi, kita tidak boleh bersikap setuju tidak setuju. Menurut saya, itu tidak masuk agenda prioritas,” terang Anis.

Masih menurut Anis, ada 3 hal yang sangat penting bagi Indonesia dan menjadi tantangan besar. Pertama, implikasi dari geopolitik global yang pasti memiliki efek besar ke Indonesia.

“Kedua, isu lingkungan. Karena, bencana akan banyak terjadi di tahun-tahun mendatang. Ketiga, soal isu ekonomi,” demikian Anis. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *