aa

aa
Kepala Sekolah SMP Islam DDI Sangatta Utara, Marwar Gafafar (baju merah) bersama para guru non PNS Jumat (14/2/2019). (Foto Jani Humas)

SANGATTA.NIAGA.ASIA-Insentif untuk guru non PNS dan TK2D di Kutai Timur (Kutim) untuk 6 bulan yang sempat tertunda, akhirnya cair. Dana tersebut, dipastikan masuk di rekening masing-masing guru pada Kamis, (14/2/2018). Kabar baik itu tentunya menjadi kebahagiaan bagi segenap guru yang selama ini telah menanti kucuran insentif tersebut. Seperti yang dirasakan para guru disalah satu sekolah swasta di Kutim. Yaitu guru Sekolah Islam DDI Kecamatan Sangatta Utara.

Mewakili para guru, Kepala Sekolah SMP DDI Kecamatan Sangatta Utara Marwar Gaffar, mengucap syukur sebab insentif yang dinanti-nantikan selama 6 bulan priode Juli-Desember telah dibayarkan Pemkab Kutim melalui Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah insentif sudah cair, ibaratnya hujan di siang hari (insentif ini) sebagai penyejuk. Dana yang ditunggu sekian lama sudah cair. Kami sangat senang dan bahagia” ucap Marwar sambil tersenyum lebar saat ditanya di Ruang Kantor Guru, Jumat, (15/2/2019).

Diungkapkan, ada sebanyak 13 guru di sekolah tersebut yang mendapat honor insentif dengan total Rp 4,5 Juta. Artinya setiap guru perbulan bisa mendapatkan insentif sebesar Rp 750 Ribu.

Untuk hal tersebut, Marwah sangat mengucap terima kasih kepada Pemkab Kutim, khususnya kebijakan Bupati Kutim H Ismunandar melalui Disdik. Karena telah mengintervensi percepatan percairan tunjangan bagi guru non PNS.

“Bagi mereka (guru non PNS), uang (insentif) tersebut sangat bermanfaat untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidupan sehari-hari,” jelas Marwar. Dia berharap guru-guru di Kutim bisa lebih sejahtera. Harapan lainnya, Marwah menginginkan pembayaran insentif kedepan bisa lebih lancar lagi.

Diwaktu yang sama, Zamzam, seorang guru dari Kecamatan Busang yang sedang berkunjung, kebetulan juga telah menerima honor insentif guru non PNS. Zamzam yang merupakan guru di SMPN 2 Kecamatan Busang, juga mengaku merasa sangat senang telah menerima honor insentif. Karena insentif tersebut sudah lama dinanti-nantikannya.”Sudah lama ditunggu tunggu, akhirnya kemarin (14/2/2019) cair. Di SMPN 2 Busang ada 12 guru mendapat insentif,” ujarnya.

Sedikit berbagi kebahagiaannya, Zamzam mengatakan insentif tersebut akan digunakannya untuk membayar kontrakan dan keperluan sehari-hari. Maklumlah Zamzam sebenarnya adalah warga Sangatta, namun karena mengabdi sebagai guru di Busang maka mau tak mau harus menyisihkan penghasilan untuk mengontrak tempat tinggal dan biaya hidup.

“Pencairan sebesar Rp 1,6 juta (zonasi terjauh Kutim sesuai yang ditetapkan Disdik) sebulannya, Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya pribadi banyak mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutim. Kami berharap kesejahteraan guru bisa ditingkatkan lagi dan kalau bisa insentif dapat dibayarkan 3 bulan sekali,” pungkasnya. (hms10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *