Inspeksi Instalasi Listrik, Rumah Tinggal di Samarinda Rawan Kebakaran

Pemasangan stiker menandai instalasi listrik dalam rumah telah selesai diinspeksi di Jalan Biawan Gang 2 RT 08 Kelurahan Sido Mulyo, Kamis 10 Maret 2022 (Foto : niaga.asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemkot Samarinda melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda bersama konsultan PT Konsuil Perdana Indonesia Kaltim-Kaltara, tiga hari ini menginspeksi instalasi listrik rumah tinggal di permukiman penduduk. Kesimpulan sementara dari 140 rumah yang diinspeksi rawan kebakaran.

Program inspeksi ini dilakukan di daerah rawan kebakaran. Tahap awal tahun ini, ditarget 1.000 rumah yang diinspeksi di kelurahan Pelita dan kelurahan Sidomulyo.

“Masing-masing kelurahan 500 rumah yang diinspeksi,” kata Kepala Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH, ditemui niaga.asia di sela inspeksi di Jalan Biawan Gang 2, Kelurahan Sidomulyo, Kamis.

Program inspeksi itu dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab rentetan kejadian kebakaran di Samarinda, sekitar 50 persen disebabkan hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

“Untuk itu, Pemkot melalui arahan Wali Kota agar dibuatkan pemetaan rawan kebakaran agar jangan sampai di daerah itu terjadi kebakaran berulang,” ujar Hendra.

“Salah satunya adalah kita inspeksi rumah-rumah penduduk yang ada di daerah padat penduduk yang listriknya bermasalah. Itu kita rekomendasikan untuk diganti atau instalasi listriknya dilakukan perbaikan,” tambah Hendra.

Meski kebakaran tidak bisa dihindari, setidaknya dengan inspeksi meminimalisir terjadinya kebakaran. “Program ini akan dilakukan di seluruh wilayah Samarinda. Tahap awal 1.000 rumah dulu,” sebut Hendra.

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH saat diwawancarai wartawan, Kamis 10 Maret 2022. Tahun ini untuk tahap awal ada 1.000 rumah yang diinspeksi terkait instalasi kelistrikan dalam rumah tinggal (Foto : niaga.asia)

“Dari inspeksi Konsuil, kami dari Disdamkar, Kelurahan dan RT, merekomendasikan pergantian ke pemilik rumah. Misalnya beban kabel terpasang tidak sesuai itu potensi mengakibatkan korsleting,” sebut Hendra menegaskan.

Disdamkar Kekurangan Personil

Dalam Manajemen Wilayah Kebakaran (MWK), Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda saat ini memiliki 11 posko, dari sebelumnya hanya 6 posko.

“Posko ditambah karena pertimbangan bertambahnya jumlah penduduk dan pemekaran wilayah,” kata Sekretaris Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda Makmur Santoso kepada niaga.asia di kesempatan yang sama.

Saat ini, ada 230 personil di Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda. Di mana per posko, bertugas rata-rata 16 personil dengan tiga kali shift regu tugas

“Itu masih kurang. Kita sudah ajukan untuk penambahan personil ke Pemkot,” kata Hendra menambahkan.

Instalasi listrik di permukiman padat penduduk jadi perhatian Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda. Sekitar 50 persen peristiwa kebakaran disebabkan korsleting listrik (Foto : niaga.asia)

Instalasi Semrawut

Inspeksi sendiri sudah berjalan tiga hari ini, di mana tahap awal dilakukan di Kelurahan Sido Mulyo, kemudian di Kelurahan Pelita. Di Sido Mulyo, petugas pemeriksa atau inspeksi menemukan banyak ketidaksesuaian instalasi di rumah-rumah penduduk.

“Seperti tidak ada groundling, ketidaksesuaian kabel dalam instalasi. Seharusnya ada ukuran kabel yang disesuaikan dengan daya listrik,” kata petugas pemeriksa dari PT Konsuil Perdana Indonesia Kaltim-Kaltara, M Muklis Murdani.

“Ada kesemrawutan instalasi. Biasa harus menempel. Biarpun menempel tapi harus rapi. Kemudian harus tertanam (groundling). Nah ini tidak dilakukan. Semrawut di dalam rumah,” tambahnya.

Dijelaskan Murdani, tujuan survei adalah untuk melihat seberapa besar instalasi listrik dengan bahaya kebakaran.

“Kami melihatnya, kalau instalasinya tidak baik, kemudian semrawut, standar keamanan juga tidak ada maka potensi kebakaran juga akan besar. Itu yang kami lihat. Jadi nanti hasil survei akan ada rekomendasikan dari Konsuil kepada Disdamkar dan Pemkot,” jelas Murdani.

Dua hari pertama pada 8-9 Maret 2022, Murdani bersama tim telah menginspeksi 140 rumah. Hari ini kembali ditarget 70-80 rumah tinggal. Kegiatan itu ditarget selesai dalam 270 hari.

“Kami upayakan percepatan penyelesaian dari waktu yang ditentukan,” demikian Murdani.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: