Tahapan seleksi PPK di Pilkada Samarinda melalui tes CAT di SMAN 5 Samarinda, Kamis (30/1). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Proses seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), memasuki tahap klarifikasi tanggapan masyarakat tahap II yang dimulai sejak tanggal 22-25 Februari 2020. Tahap pertama tanggapan masyarakat pada 15-21 .Februari lalu. Kemudian, pengumuman dan pelantikan 5 besar petugas PPK, akan dilakukan pada 26-28 mendatang.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Najib Muhammad mengatakan, ada beberapa masukan untuk mempertanyakan integritas dari 200 calon PPK terpilih. Khususnya yang sebelumnya bertugas di Pemilu serentak 2019 lalu.

Diantaranya, menuding telah menerima sesuatu atau mendapatkan manfaat dari calon-calon anggota legislatif, yang maju dan lolos di Pemilu 2019.

“Dari hasil klarifikasi ini, kebanyakan klarifikasinya terkait dengan integritas. Dimana, mereka diragukan integritasnya pada saat menjadi penyelenggara di Pemilu serentak 2019,” kata Najib, Minggu (23/2).

Disebutkan Najib, dari total keseluruhan klarifikasi calon PPK, 50 persen diantarannya adalah merupakan penyelenggara lama. Baik sebagai PPK, dan sebagian lagi bertugas sebagai PPS. “Independensi mereka, kemudian transparansi mereka sebagai penyelenggara dikhawatirkan berpengaruh pada pelaksanaan pemihan kepala daerah 2020,” ujar Najib.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Najib Muhammad. (Foto : Niaga Asia)

Untuk itu, lanjut Najib, dia telah melakukan klarifikasi terhadap calon petugas yang dimaksud. Respons para calon PPK terhadap hasil klarifikasi pun beragam. Ada yang mengakui, ada pula yang membantah.

“Ada yang mengakui dan berjanji tidak akan melakukan lagi. Kemudian ada pula yang membantah dan menganggap ini adalah sebuah fitnah,” ucap Najib.

Dalam pelaksanaannya, prinsip KPU Samarinda telah melakukan tahap klarifikasi sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Najib menegaskan, bahwa hasil klarifikasi akan diumumkan pada tanggal 26 Februari 2020. Ia berharap, setiap tahapan perekruitan dalam berjalan dengan lancar, hingga tahapan akhir pelaksanaan Pemilu 2020.

“Tanggal 26 Februari kami akan umumkan hasil klarifikasi itu. Perubahan nama akan terjadi jika bukti dalam klarifikasi itu ternyata ada,” tutup dia. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *