aa
Gubernur Kaltara, DR H Irianto Lambrie diundang menjadi tamu kehormatan dan berdiskusi dengan Gubernur California, Mr. Jerry Brown. (Foto Infopubdok Kaltara)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) DR H Irianto Lambrie dalam acara acara “The 10 GCF Task Force Annual Meeting 2018” yang dilangsungkan di San Fransisco, Amerika Serikat menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, utamanya hutan.

Irianto hadir bersama dengan sejumlah gubernur dari berbagai negara yang menjadi anggota Governor’s Climate and Forest (GCF). Dalam pertemuan itu dibahas perubahan iklim di dunia, tentang bagaimana mengelola, menjaga dan mempertahankan hutan terhadap profit sektor swasta dan pemerintah.

“Dari semua anggota GCF, Kaltara yang memiliki hutan tropis yang sangat luas, sebagai heart of Borneo, saya ikut menjadi resmi anggota GCF sejak 2016. Sebuah kehormatan, saya diminta menjadi salah seorang pembicara atau panelis pada GCF Task Force 2018 Annual Meeting ini,” kata Irianto. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tentang komitmen Kaltara dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya hutan yang dimiliki Kaltara.

GCF merupakan kolaborasi Gubernur 38 Negara Bagian/Provinsi di 10 Negara, yang bersifat independen, yang peduli terhadap masalah perubahan iklim dan kelestarian lingkungan, khususnya hutan tropis. GCF bekerjasama dengan berbagai organisasi internasional non pemerintah dan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait upaya mencegah dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, khususnya hutan tropis.

Dengan bergabungnya Kaltara  menjadi anggota GCF, banyak keuntungan yang diperoleh. Di samping menjaga kelestarian hutan, provinsi anggota GCF juga mendapat suntikan dana dari berbagai lembaga dunia dan negara pendonor. Salah satunya dari Norwegia yang siap memberikan dana kepada anggota GCF yang hadir sebesar USD 11 juta (sekitar Rp 159,4 miliar, kurs Rp 14.500 per USD). (001)

 

Berita Terkait