aa
Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, hari Kamis (10/1. (Foto Infopubdok Kaltara)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H Irianto Lambrie terus “mengejar” pendanaan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor dari pemerintah pusat setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor.

Untuk kepentingan tersebut, hari Kamis (10/1), Irianto Lambrie melakukan pertemuan audensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),  Bambang Brodjonegoro di ruang pertemuan Kantor Kementerian PPN.

Menurut gubernur, dalam pertemuan itu, dia menyampaikan, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018, tentang percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, ada 12 kementerian yang mendapat instruksi dari Presiden. Salah satunya Kementerian PPN/Bappenas.

Kemudian, Irianto juga melaporkan progres yang sudah dilakukan di tingkat daerah untuk percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. “Saya juga meminta dukungan, sekaligus harapan adanya komitmen dari Bappenas dalam melaksanakan instruksi dari Presiden pada Inpres tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan dari Kementerian PPN ada tim yang menangani khusus untuk percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri ini. Nanti bersama tim dari Kementerian dan Lembaga terkait lainnya.

Kontrak Pembangunan PLTA

                Dalam kesempatan yang sama, kata gubernur, juga melaporkan tentang progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di mana pada akhir 2018 lalu sudah ada penandatanganan perjanjian kontrak antara PT KHE (Kayan Hidro Energi) dengan China Power di Kantor Staf Kepresidenan. “Rencananya, jika tidak ada aral, Februari 2019 ini sudah dimulai pembangunan fisik konstruksi bendungan. Mudahan jika ada waktu, Bapak Presiden yang melakukannya,” katanya.

Program lain yang juga disampaikan ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas  adalah  terkait program Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

Disampaikan pula mengenai rencana pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan. “Alhamdulillah, Pak Menteri sangat merespons. Disampaikan, bahwa KBM Tanjung Selor memang sudah masuk program dari Kementerian ini sejak 2016 lalu,” ujar Irianto. Dari beberapa kota baru mandiri yang akan dibangun, Tanjung Selor termasuk yang diprioritaskan.

Berkaitan dengan penganggaran, Menteri menyatakan ada beberapa alternatif penganggaran. Di antaranya bisa melalui APBN-Perubahan, atau bisa juga melalui APBN Murni. Ini memungkinkan karena ada dasarnya. Yaitu Inpres. Alternatif lain,  Menteri menyampaikan bisa melalui dana loan.

Menurut gubernur, pada intinya, Menteri PPN sangat mendukung. Bahkan menginginkan bisa terealisasi cepat. Bappenas siap melaksanakan Inpres terkait percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Begitu pun mengenai pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan. Bappenas juga siap mensupport penuh.

Dalam kesempatan itu, lanjutnya, Menteri PPN menginstruksikan kepada deputi terkait untuk memfollow-up. Bahkan diminta untuk ke Kaltara melakukan tinjauan langsung, sekaligus menginventarisir apa-apa yang bisa dilakukan untuk mendukung program-program di Kaltara. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *