aa
Jokowi, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan rombongan tiba di Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara, sekitar pukul 22.20 Wita, Kamis (5/10/2017). Jokowi disambut Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Pangdam Mulawarman (saat itu) Mayjen Sonhadji. (Foto: dok. Biro Pers Setpres))

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap daerah perbatasan tetap lebih. Di periode kedua sebagai Presiden, setelah mengunjungi Papua, Jokowi menyampaikan keinginannya mengunjungi Kalimantan Utara (Kaltara) lagi kepada Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie ketika keduanya bertemu di Istana Negara, Kamis 7 November 2019.

Berikut  petikan pertemuan keduanya yang ditulis dalam gaya bertutur oleh Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie.

Kamis, 7 November 2019, sekitar pukul 13.00 Wita, handphone saya berbunyi, ada pesan masuk. Waktu itu masih acara di Universitas Borneo Tarakan. Ternyata dari Pak Praktikno, Mensesneg. Beliau menyampaikan pesan, agar saya segera menghadap Bapak Presiden. Dijadwalkan pada pagi ini di Istana Negara.

Karena saya sudah terlanjur janji untuk bertemu dengan masyarakat Tanjung Pasir, Tarakan, Kamis malam, saya pun memutuskan berangkat ikut pesawat  paginya dari Tarakan dan langsung ke Istana Negara, setelah setibanya di Jakarta.

Alhamdulillah, hari ini, Jum’at, 8 November 2019, pada pukul 09.58 WIB saya diterima oleh Presiden, Bapak Joko Widodo di Istana Negara.

Setelah sekitar 15 menit, kami berdua berdiskusi, datang Mensesneg-Bapak Pratikno, ikut mendampingi Presiden.

Memulai pembicaraan, Pak Presiden menanyakan bagaimana kabar? Saya jawab : “Baik, pak. Saya lihat Bapak kelihatan lebih segar”. Beliau tersenyum.

Selama kurang lebih 40 menit, diskusi kami dengan Bapak Presiden berlangsung cair dan santai namun tetap serius.

aa
Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie mendampingi Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan embung di Tarakan tahun 2017.

Pertama, atas nama rakyat Indonesia di Provinsi Kaltara, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, yang selama masa jabatan lima tahun pertama, beliau memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan pembangunan di Provinsi Kaltara, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Sejak kunjungan kerja pertama beliau ke Kaltara pada akhir 2014 ke Tarakan, Nunukan dan Sebatik (saya masih sebagai Pj. Gubernur Kaltara), berbagai kegiatan pembangunan, utamanya pemenuhan infrastruktur dilakukan dengan cepat di Kaltara.

Selanjutnya, saya menyampaikan beberapa progres dan masalah penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kaltara. Khususnya pembangunan prasarana jalan dan jembatan dari Tanjung Selor – KTT – Malinau – Sei Ular Nunukan (Simanggaris, titik perbatasan Indonesia Sabah-Malaysia), yang panjangnya lebih dari 400 kilometer.

Juga pembangunan jalan di wilayah Krayan, Long Ampung dan Long Nawang yang berbatasan dengan Sarawak-Malaysia. Saat ini sudah dibangun jalan beraspal mulus di Krayan sepanjang 3 kilometer yang akan dilanjutkan pada tahun yang akan datang.

Saya juga laporkan progres pembangunan jalan dan jembatan dari Malinau-Desa Binuang Kecamatan Krayan Selatan sepanjang sekitar 200 kilometer, yang menembus kawasan hutan konservasi Kayan – Mentarang. Jika pembangunan badan jalan ini dapat selesai pada 2021, maka akan membuka kawasan perbatasan dan pedalaman yang selama Indonesia merdeka masih terisolasi.

Ketiga, saya menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden untuk berkunjung kembali ke perbatasan darat di Kaltara, dan Beliau merencanakan akhir tahun atau awal tahun depan akan memenuhinya untuk berkunjung ke Kaltara.

aa
Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie dan Presiden Jokowi.

Keempat, saya melaporkan juga progres rencana realisasi investasi pembangunan PLTA Kayan yang terintegrasi dengan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, sesuai Perpres Nomor 58 Tahun 2018.

Pihak investor PT Kayan Hydro Energy (KHE) menginformasikan pada awal tahun 2020 akan memulai pra konstruksi pembangunan Bendungan Kayan I yang akan memproduksi listrik 900 MW, rencana dilaksanakan paralel/simultan dengan Bendungan Kayan 2 yang akan memproduksi listrik 1200 MW, dengan catatan ijin konstruksi bendungan dapat diterbitkan oleh Menteri PUPR paling lambat Desember 2019.

Ketika itu juga, Bapak Presiden langsung menelpon Menteri PUPR, agar ijin tersebut dapat dipercepat prosesnya sesuai aturan.

Sebelum saya pamit, sambil berjalan bersama beliau menuju pintu ke luar, Bapak Presiden berkata kepada Bapak Pratikno : “Pak Mensesneg, kita lama juga tidak berkunjung ke Kaltara, coba diatur bulan Desember ini. Kalau perlu, kita naik sepeda motor saja dari Sei Ular ke Tanjung Selor,” kata Bapak Presiden.

Pak Pratikno menjawab : “Siap, pak”.

Saat pamit, saya minta ijin berfoto dengan Pak Jokowi, dengan tersenyum beliau, mengatakan : “Ayo, pakai HP Pak Praktino”. Maka Pak Praktikno memfoto kami berdua, sambil berkata : “nanti saya kirim via WA”.

Dengan hati senang dan gembira saya bersalaman pamit kepada Bapak Presiden, beliau berjalan bersama saya sampai dekat pintu ke luar.

Alhamdulillah, semoga dari pertemuan ini menjadi hari Jum’at yang berkah bagi rakyat Indonesia di Provinsi Kaltara. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *