ir
DR. H Irianto Lambrie. (intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), DR. H Irianto Lambrie mengungkapkan Presiden Joko Widodo sangat mendukung kemajuan Kaltara agar terlepas dari ketertinggalan dan perasaan rendah diri, serta secara bertahap melepaskan diri dari ketergantungan dengan negara Malaysia.

“Dukungan Presiden itu dituangkan dalam berbagai bentuk kebijakan dan menyesuaikan berbagai peraturan teknis agar jalannya roda pemerintahan dan pembangunan bisa lebih cepat,” kata Irianto Lambrie dihadapan peserta Diklat Kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara di Samarinda, Selasa (13/3).

Sekarang ini depo BBM Satu Harga sudah ada di dua titik di Kaltara. Tahun lalu sudah beroperasi di Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan. Beberapa minggu lalu juga sudah dioperasikan satu lagi depo BBM Satu Harga di Kecamatan Sei Menggaris, juga di Kabupaten Nunukan. “Pemerintah pusat mendrop BBM ke Krayan dari Tarakan menggunakan pesawat terbang,” tambahnya.

Kemudian, untuk mengurangi ketergantungan sembako dari Malaysia juga telah dibangun Toko Indonesia di Krayan tahun 2017. Tahun ini juga akan ditambah 2 toko lagi.  Selanjutnya untuk urusan kesehatan juga telah dibangun rumah sakit di Sebatik. Menteri Kesehatan juga membantu alat dan peralatan kesehatan, serta gudang obat di Nunukan. “Presiden dengan kebijakannya menginstruksikan harus ada gudang obat berstandar di Nunukan, meski dari hitung-hitungan teknis kependudukan, jumlah penduduk masih belum memenuhi ketentuan di Kementerian Kesehatan,” ujar Irianto.

Hal yang paling sangat penting dan menjadi prioritas Pemprov Kaltara adalah memugar rumah-rumah rakyat  miskin yang tidak layak huni sebanyak-banyaknya setiap tahun menjadi rumah layak huni. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR juga memberikan sokongan dana. “Ribuan rumah warga miskin yang dalam kondisi tidak layak huni akan kita rehabilitasi,” kata gubernur.

Rumah-rumah warga miskin harus direhabilitasi agar warga miskin itu bangkit kepercyaan dirinya, termasuk rasa percaya diri anak-anaknya bila berhadapan dengan orang luar. Membangun rasa percaya diri itu penting agar rakyat tidak lagi merasa rendah diri dan inferior bila bertemu oeang dari Malaysia. “Bantuan rehab rumah warga miskin itu dananya ada dari APBN, ada dari APBD Provinsi. Tahun-tahun yang akan datang Pemkab/Pemkot se-Kaltara juga harus menyisihkan dana untuk rehab rumah warga miskin,” Irianto menerangkan.

Bantuan rehab rumah warga miskin yang sudah dilaksanakan tahun 2017 dengan sebutan program bantuan stimulan perumahan swadaya di Kaltara, dari APBD Provinsi Kaltara sebanyak 320 unit dengan rincian; Kota Tarakan 60 unit, Tana Tidung (60), dan Bulungan 200 unit rumah.

Sedangkan dari dana APBN sudah direhab rumah warga miskin pada tahun 2017 sebanyak 1.500 unit dengan sebaran di Kabupaten Bulungan 405 unit, Malinau (224 unit), Tarakan (187), dan Kabupaten Nunukan 684 unit.

Ditambahkan, dalam dua tahun terakhir infrastruktur jalan juga sudah ada kemajuan. Sekarang jalan darat dari Tanjung Selor ke Tana Tidung sudah bagus. Semua tanjakan yang begitu tinggi sudah dipotong agar kendaraan tidak mengalami kesulitan. Fasilitas untuk usaha perikanan di Sebatik, juga terus ditingkatkan dan diharapkan tahun 2018 sudah selesai.

Gubernur menambahkan, tahun 2018 ini APBD Kaltara sebesar Rp2,982 triliun, naik dibandingkan tahun 2016 yang jumlahnya Rp 2,728 triliun. Selain itu dana dari APBN yang masuk ke Kaltara tahun 2018 melalui instansi kementerian ada sekitar Rp9 triliun. (001)

 

Berita Terkait