Ironi, 199 Desa di Kaltim Belum Menikmati Listrik Negara

aa
Ketua Pansus Ketenagalistrikan, Sapto Setyo Pramono. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA- Ironi, sebanyak 199 desa di Kalimantan Timur (Kaltim) belum menikmati listrik negara 24 jam dalam sehari, padahal Kaltim kaya sumber daya energi primer, seperti batubara, minyak dan gas.

Persolan listrik di perdesaan di wilayah pedalaman dan perbatasan Kaltim ini, kata
Ketua Pansus Ketenagalistrikan DPRD Kaltim ,Sapto Setyo Pramono, akan jadi perhatian serius DPRD Kaltim dan akan meminta PT PLN (Persero) mengentaskan desa tanpa listrik tersebut.

“Listrik itu sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, jadi infrastruktur listrik di perdesaan harus dibangun,” ujar Sapto disela-sela rapat internal Pansus Ketenagalistrikan, Senin (14/2/2022).

Hadir dalam rapat pimpinan dan anggota Pansus yakni Saefuddin Zuhri, Bagus Susetyo, Romadhoni Putra Pratama, Safuad, Jahidin, Ali Hamdi, dan Amiruddin.

“Penting bagi Pansus untuk mendapatkan informasi dari PLN Regional Kaltim-Kaltara dan Dinas ESDM Kaltim,  apa sebenarnya yang menjadi kendala dan penyebab belum maksimalnya penerangan di 199 desa di Kaltim dimaksud. Ini sebagai langkah awal dalam mencari solusi,” imbuhnya.

Sapto menyatakan,  pengelolaan listrik sebagaimana diatur di Pasal 5 (1)  UU Cipta Kerja, mulai dari penetapan tarif, penetapan wilayah usaha, hingga perizinan berusaha penyediaan tenaga listrik merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Jadi kita perlu juga berkoordinasi dengan Kementerian ESDM,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Pansus Ketenagalistrikan, Bagus Susetyo, mengajak semua pihak mencari  solusi jangka menengah dan panjang untuk menyediakan listrik di 199 desa yang belum berlistrik.

“Jika perlu  memaksimalkan peran perusahaan melalui tanggungjawab sosialnya (CSR) untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di perdesaan,” katanya.

Atau lanjut, Bagus, melibatkan  perusahaan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota  mengentaskan desa tak berlistrik, agar bisa mencapai hasil maksimal. (adv)

Tag: