
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Bupati Nunukan Irwan Sabri memfasilitasi pengobatan Udin, warga Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, yang mengalami gangguan pendengaran dan ginjal. Dibantu anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, Udin sudah masuk RSUD Nunukan menjalani rawat inap.
Udin dibawa ke rumah sakit dibantu bupati dan Andre, karena tidak mempunyai keluarga dekat di Setabu. Udin selama ini tinggal menumpang di rumah warga. Beberapa bulan terakhir, kesehatan Udin memburuk, selain batuk-batuk, juga pendengaran dan ginjalnya terganggu.
“Udin tinggal seorang diri menumpang di rumah warga. Kondisi kesehatannya semakin memburuk tidak lagi bisa mendengar, batuk-batuk dan ada sakit dibagian ginjal,” kata Andre pada Niaga.Asia, Senin (19/01/2026).
Pengobatan Udin sempat terkendala, karena secara administratif masih tercatat sebagai penduduk Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sejak merantau ke Sebatik tahun 2018, Udin yang kini berusia 41 tahun ini belum mengurus surat pindah, sehingga tidak bisa melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Nunukan
“Tanpa KTP dan kartu BPJS, pihak Puskesmas Sebatik hanya bisa memberikan pemeriksaan kesehatan biasa dan obat sekedarnya yang tentunya tidak banyak membantu penyembuhan,” kata Andre Pratama kepada Niaga.Asia.
“Saya sendiri mengunjungi Udin pada hari Minggu (18/1/2026), melihat kondisinya, perlu dibawa berobat,” imbuhnya.
Menurut Andre, bupati memintanya segera membantu Udin menyiapkan kelengkapan administrasi penerbitan KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat mengurus kepesertaan di BPJS Kesehatan. Bupati juga meminta agar Udin segera dibawa ke Puskesmas Sebatik guna mendapatkan surat rujukan berobat ke RSUD Nunukan dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.
“Kemarin sudah kita rujuk ke RSUD Nunukan. Bupati juga sudah menghubungi direktur RSUD minta pelayanan kesehatan maksimal untuk Udin,” ujarnya.
Sesuai rencana, staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan akan bertemu Udin di RSUD Nunukan melakukan perekaman KTP untuk keperluan mendapatkan KTP Kabupaten Nunukan dan KK.
Udin yang ketika masih sehat bekerja sebagai buruh tombak kelapa sawit di Sebatik. Udin sempat menikah dengan perempuan warga Sebatik, dan mempunyai satu anak.
“Udin ini hanya segelintir masyarakat yang kesulitan, mungkin masih banyak lagi warga lain-lain butuh perhatian pemerintah,” bebernya.
RSUD Nunukan sudah mengambil darah Udin untuk diperiksa dalam rangka mengetahui penyakit yang dideritanya. Udin juga menjalani rotgen.
Selain melengkapi admnistrasi kependudukan Udin, Andre berencana bertemu Dinas Sosial Nunukan mengajukan permohonan bantuan penanganan warga kurang mampu guna mefasilitasi kepulangan Udin ke Kabupaten Bone.
“Udin ingin dan minta kalau sudah sembuh pulang ke kampungnya bertemu orangtuanya,” ungkap Andre.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: Kesehatan