Lantik Pengurus PMI Teluk Pandan, Ismunandar Ingatkan 7 Prinsip Gerakan PMI

aa

Ketua PMI Kutim Ismunandar saat melantik pengurus PMI Kecamatan Teluk Pandan, di GSG Desa Martadinata. (Foto : Wak Hedir/Prokutim)

TELUK PANDAN.NIAGA – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, resmi dilantik Ketua PMI Kutim Ismunandar, yang juga Bupati Kutim. Ismunandar meminta pengurus yang baru dilantiknya itu, agar memperhatikan tujuh prinsip dasar gerakan PMI, dan Bulan Sabit Merah Internasional.

“Harus perhatikan tujuh prinsip PMI dan bulan sabit merah internasional. Tidak mengenal suku, agama, golongan, partai. Ini yang penting. Jangan sampai peran PMI tidak jalan. Sebab, peran PMI tidak kenal perbedaan. Tetapi, bagaimana memberikan pertolongan pertama bagi semua orang yang membutuhkan,” kata Ismu, di hadapan para pengurus PMI Kecamatan Teluk Pandan, yang baru dilantik, Senin (17/2) di GSG Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan.

Di samping itu, Ismu juga menekankan, agar perusahaan yang beroperasi di kecamatan Teluk Pandan, dapat membina PMI Kecamatan Teluk Pandan. Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu memberikan contoh, seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangkulirang, yang terus membina PMI Kecamatan Sangkulirang.

Pengurus PMI Kecamatan Teluk Pandan itu, dinakodai oleh Junaidi yang tak lain Sekretaris Camat Teluk Pandan.

Untuk diketahui, prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan, tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, dan berupaya dalam kemampuan bangsa dan antar bangsa, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama.

Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama/kepercayaan, tingkatan, atau pandangan politik. Tujuannya, semata-mata hanyalah mengurangi penderitaan manusia, sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan.

Agar senantiasa mendapatkan kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama, atau ideologi.

Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional, disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan juga harus menaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat sejalan dengan gerakan ini.

Gerakan ini, adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun. Di dalam suatu negara, hanya ada satu gerakan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama, di ralam menolong sesama manusia. (hms15)