Bupati Kutai Timur Ismunandar, didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang, saat memimpin Coffee Morning, Senin (12/8) pagi tadi. (Foto : Wahyu/Humas)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Bupati Kutai Timur Ismunandar meminta agar kedepannya kegiatan-kegiatan hiburan, budaya dan olahraga, sebaiknya dipusatkan di polder Sangatta. Permintaan itu disampaikan Ismunandar, saat memimpin rapat koordinasi dalam gelaran Coffee Morning, Senin (12/8), di ruang Meranti, kantor Sekretariat Pemkab Kutim.

“Polder menjadi salah satu spot percontohan smart city di Kutim. Untuk itu, Dinas PU (Pekerjaan Umum) tolong didesain yang baik. Jangan sampai ada penjual (pedagang), membuat tempat tinggal di sana. Di sana hanya menyediakan tempat jualan yang sifatnya sementara. Agar kedepan tidak kumuh, seperti di STQ,” kata Ismunandar, didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Selain itu, karena kondisi paving block di lokasi polder tersebut perlu dibenahi, Bupati juga meminta agar Dinas PU segera melakukan perbaikan.

Lebih lanjut Ismunandar menerangkan, sementara pengelolaannya akan diserahkan ke bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal). Namun nantinya, setelah semua berjalan dengan baik, baru akan diserahkan ke desa untuk dikelola.

Untuk diketahui, Kabupaten Kutim bersama 100 daerah lainnya, masuk dalam program Gerakan 100 Smart City, yang dicanangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

Secara bertahap namun pasti, realisasi menjadi Smart City diupayakan. Satu di antaranya memilih satu spot di Sangatta, untuk menjadi kawasan percontohan Smart City di Kutim.

Spot tersebut adalah kawasan polder Sangatta, di Jalan Ilham Maulana. Sebagai kawasan terpadu, kawasan itu menyatukan kebutuhan lokasi olahraga warga, sentra kuliner, permainan anak, spot foto, olahraga air dan hiburan. Sehingga sangat cocok menjadi kawasan percontohan Smart City. (hms15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *