aa

aa
Ismunandar (tengah) memencet tombol sebagai tanda peluncuran listrik 24 jam untuk 5 Desa di Kaliorang. (Foto: Irfan humas)

KALIORANG.NIAGA.ASIA-Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar melakukan bukti konkret dalam salah satu program andalannya yaitu menyelesaikan kebutuhan dasar hajat hidup masyarakat salah satunya pemenuhan kebutuhan listrik. Disela-sela kegiatan Musrenbang di Lapangan Desa Bumi Sejahtera, Selasa (19/2/2019), Ismu menyempatkan menyalakan perdana meteran lampu kantor desa setempat.

Dikatakan Ismunandar didampingi Manager PLN Area Sangkulirang Dani Febriansyah, Camat Kaliorang Simon Salombe, dan Kabag Humas dan Protokol Imam Sujono Lutfi untuk tahap pertama sambungan listrik PLN yaitu di dua kawasan yaitu SP 3 dan SP 5. “SP 3 dan SP 5 masuk gelombang pertama mendapat setrum listrik, selanjutnya 3 desa lain menyusul. Jadi 5 desa semua dapat terlayani kebutuhan listrik yang istimewanya jaringan listrik Kaliorang langsung menyala selama 24 jam,” beber Ismu.

Untuk air bersih, Ismu sudah memberikan perhatian besar untuk Kaliorang yaitu ketersediaan air bersih tahun lalu sudah masuk di Desa Bukit Makmur, Bangun Jaya, Citra Manunggal Jaya dan Bumi Sejahtera. Ismu pun sudah mendapatkan laporan progres dari pelaksana tugas PDAM Suparjan tengah mempersiapkan instalasi pipa jaringan sambungan rumah di tahun ini. Untuk jalan simpang 4 solusinya memang multiyears, namun hingga kini dananya masih belum ada, kedepan Ismu akan segera mengatasi persoalan ini.

Untuk itu dirinya tetap meminta kerja sama camat dan kades untuk mempertajam program menuju desa berkembang apalagi KEK MBTK Maloy sebentar lagi beroperasi yang akan memberikan dampak perekonomian sangat besar buat masyarakat Kaliorang.

Sementara itu, Manager PLN Area Sangkulirang Dani Febriansyah menjelaskan PLN terus bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam hal ini pemenuhan listrik di Kaliorang. Kelanjutan semua kawasan di SP Kaliorang berlanjut untuk listrik. “Kami sudah mendirikan tiang dan pemasangan kabel saluran ke desa-desa, setelah ini kita akan melanjutkan ke calon pelanggan PLN seluruh desa di Kaliorang agar seluruh warga desa terpenuhi,” jelasnya.

Dani menambahkan untuk kekuatan listrik mengambil daya setrum dari Sangkulirang yang berlebihan jadi dimanfaatkan ke Kaliorang. Kendala awal dalam pemasangan listrik di Kaliorang merintis penebangan pohon untuk instalasi jaringan akhirnya sudah clear. “Kami harus meyakinkan warga agar pohon-pohon di depan pekarangan rumah harus dibersihkan untuk pasang tiang jadi memudahkan tim PLN bekerja,” jelasnya.

Kepala Desa Bumi Sejahtera Dedi Rahmat merasa bersyukur penantian masyarakat selama 30 tahun akhirnya dapat teraliri listrik 24 jam yang secara simbolis ditandai penyalaan perdana di kantor desanya. “Simbolis ini diharapkan langsung secepatnya mengaliri listrik ke desa-desa. Sebelumnya desa kami hanya aktif listrik selama 6 jam saja, mulai dari Magrib hingga jam 12 malam. Tentunya kebutuhan dasar listrik bagi masyarakat saya sudah terealisasi dan langsung dinikmati oleh 400 KK dengan jumlah warga sebanyak 1.300 jiwa,” tutupnya. (hms13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *