Isran Noor Sudah “Pegang” Satu Kaki Kursi Ketua Golkar Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor setelah terdaftar sebagai anggota/kader Partai Golkar melakukan silaturrahmi ke Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto setelah menerima NPAPG (Nomor Pokok Anggota Partai Golkar) 647206 065602 0030., Senin (2/3/2020). (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor sudah “memegang” satu kaki kursi ketua Golkar Kaltim yang akan diperebutkan dalam Musda Golkar Kaltim yang direncanakan dilaksanakan tanggal 4-5 Maret 2020.

Setelah mengisi formulir resmi menjadi calon ketua Golkar dan menyampaikan ke Panitia Musda,  Isran juga telah mendapatkan kartu anggota Golkar. Isran dicatat dengan NPAPG (Nomor Pokok Anggota Partai Golkar) 647206 065602 0030, yang diterbitkan  dengan kode 01 2020, atau Januari 2020.

Setelah memenuhi persyaratan administratif sebagai bakal calon ketua Partai Golkar Kaltim dan menerima kartu keanggotaan di Partai  Golkar, Senin malam (2/3/2020), sekira pukul 20.30 WIB, Isran didampingi  pengurus DPD I Partai Golkar Kaltim, bersilaturrahmi ke Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Benar, saya bersama Pak Bahrid Buseng mendampingi Pak Isran silaturrahmi ke Ketum Golkar, Pak Airlangga,” kata Dahri Yasin menjawab Niaga.Asia, Selasa (3/3/2020) dini hari. “Pak Isran silaturrahmi dengan Pak Ketum dalam posisi sebagai kader baru Golkar. Dalam pertemuan itu tidak dibabas pencalonan Pak Isran sebagai ketua Golkar Kaltim,” sambung Dahri.

Menjawab pertanyaan Niaga.Asia, Dahri menerangkan, untuk menjadi bakal  calon ketum Golkar Kaltim, Pak Isran sudah memenuhi persyaratan administratif karena sudah mengisi formulir pendaftaran dan sudah mempunyai NPAPG.

“Kemudian, untuk lolos sebagai calon di Musda, tergantung pada AD/ART Golkar dan PO (Petunjuk Organisasi) Golkar yang mengatur syarat-syarat untuk jadi ketua. Itu dibahas dan diputuskan nanti dalam Musda, oleh peserta Musda,” ungkap Dahri.

Berdasarkan cacatan Niaga.Asia, masuknya Isran sebagai anggota atau kader Golkar, maka ini untuk ketiga kalinya Isran berganti partai. Isran sempat menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, kemudian keluar dan menyerahkan kursi ketua ke H Syaharie Jaang. Isran juga sempat beberapa bulan menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menggantikan Jenderal (Purn) Sutiyoso.

Dalam pemilihan gubernur Kaltim periode 2018-2023 yang dilaksanakan Juni 2018, secara formal Isran Noor yang berpasangan dengan H Hadi Mulyadi, dicalonkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebelum dicalonkan Partai Gerindra dan PKS, Isran dengan timsesnya sudah menghimpun dukungan untuk calon independen, dengan mengumpulkan dukungan dari masyarakat dengan bukti salinan KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebanyak 216.000.

Berdasarkan hasil Pileg 2019, posisi Isran di DPRD Kaltim tidak begitu kuat, karena  hanya ditopang 12 suara, rinciannya kursi Gerindra 8 dan PKS 4 kursi, dan PAN 5 kursi, atau  secara keseluruhan 17 kursi (sekitar 31%) dari 55 kursi DPRD Kaltim.

Lemahnya posisi Isran di DPRD Kaltim, juga terlihat sewaktu Pemprov Kaltim mengajukan Raperda RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kaltim 2018-2023. Raperda RPJMD itu disahkan menjadi Perda melalui proses yang dapat dikatakan tidak mulus. Begitu pula dalam kasus Sekdaprov Kaltim, H Abdullah Sani yang tak difungsikan Isran, meski sudah dilantik Mendagri (waktu itu), Tjahjo Kumolo, sempat dipersoalkan anggota DPRD Kaltim, bahkan  hendak dibawa ke ranah interpelasi, meski akhirnya dibatalkan Ketua DPRD Kaltim, H Makmur HAPK karena tak memenuhi syarat formal. (001)

Tag: