
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Perubahan iklim, degradasi ekosistem, tekanan sumber daya alam (SDA), dan dinamika global adalah isu-isu penting yang saling terkait dan berdampak luas. Perubahan iklim, khususnya pemanasan global, memperburuk degradasi lingkungan dan meningkatkan tekanan pada SDA seperti air, tanah, dan hutan. Dinamika global, termasuk pertumbuhan populasi dan konsumsi, semakin memperparah isu ini.
Demikian dipaparkan Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkuhan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Rencana Strategis Tahun 2025-2029.
Diterangkan pula, pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca
menjadi pemicu utama perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan yang ekstrem, yang dapat merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati.
“Perubahan iklim juga menyebabkan perubahan pola curah hujan, kekeringan, banjir, dan kenaikan permukaan laut, yang berdampak pada ketersediaan air, pertanian, dan ekosistem alami,” demikian Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkuhan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Degradasi ekosistem disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, penggundulan hutan, polusi, dan pembangunan infrastruktur.
Degradasi ekosistem menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan layanan ekosistem, dan berkurangnya kualitas air dan tanah.
“Perubahan iklim memperburuk degradasi ekosistem, sementara degradasi ekosistem juga dapat meningkatkan sensitivitas suatu wilayah terhadap perubahan iklim,” kata Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkuhan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Diingatkan pula, tekanan sumber daya alam (SDA) berupa pertumbuhan populasi dan peningkatan konsumsi menyebabkan tekanan yang semakin besar pada SDA seperti air, tanah, dan energi.
Penggunaan SDA yang berlebihan, seperti penggundulan hutan untuk pertanian dan
peternakan, dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan kelangkaan SDA. Kelangkaan SDA dapat menyebabkan konflik, kemiskinan, dan ketidakstabilan sosial. Pertumbuhan populasi yang pesat meningkatkan tekanan pada SDA dan infrastruktur, serta memperburuk isu-isu lingkungan.
Pola konsumsi yang tidak berkelanjutan, terutama konsumsi energi dan bahan bakar fosil, menjadi pemicu utama perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Sedangkan globalisasi menyebabkan interdependensi ekonomi dan sosial, sehingga perubahan iklim dan degradasi lingkungan di satu wilayah dapat berdampak pada wilayah lain.
Pemerintah, akademisi, dan sektor swasta perlu bersinergi dalam mendorong inovasi di bidang energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, transportasi hijau, dan pengelolaan limbah berbasis sirkular.
Insentif fiskal, kemudahan akses pendanaan, serta regulasi yang pro-inovasi.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Lingkungan Hidup