Pelantikan Kepala Perwakilan BI Kaltata Yufrizal. (Foto : Niaga Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Setelah resmi dilantik pada awal Januari lalu, Yufrizal dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Jumat (13/2). Pengukuhan yang turut dihadiri Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dan beberapa pejabat tinggi di Kaltara ini, dilakukan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dengan demikian, Yufrizal tercatat sebagai pimpinan kedua BI Kaltara yang menggantikan Hendik Sudaryanto, sejak beroperasi 2017 lalu.

Dijelaskan Perry, pergantian kepala perwakilan BI ini merupakan bagian dari proses promosi dan mutasi di internal BI, dalam mendukung transformasi dan akselerasi suksesi kepemimpinan.

“Kepada kepala perwakilan yang baru agar bisa menjaga kerja sama seperti yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya. Utamanya turut mendukung Pemprov Kaltara dalam memajukan Kaltara kedepan,” pesannya.

Perry juga mengharapkan, di bawah kepemimpinan Yufrizal, BI Kaltara terus berupaya menjaga kestabilan harga yang ada. “Karena itu adalah tugas pokok yang harus diselesaikan oleh setiap perwakilan BI yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Sementara, pejabat lama Hendik Sudaryanto berharap dengan berbagai kemajuan bidang ekonomi yang sudah dicapai di Kaltara sejauh ini, bisa semakin baik.

“Saya percaya dan yakin pimpinan yang baru ini bisa mewujudkannya menjadi lebih baik lagi,” kata Hendik yang kembali ditugaskan ke BI Pusat di Jakarta.

Tahun 2020, BI Kaltara bertekad akan mengembangkan pertumbuhan perekonomian Bumi Benuanta. Salah satunya melalui produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dimiliki Kaltara menuju pasar internasional.

“Bank Indonesia akan mengembangkan lebih lanjut serta meningkatkan produk unggulan UMKM yang ada di Kaltara. Terutama yang berpotensi untuk ekspor,” ujar Kepala Perwakilan BI Kaltara, Yufrizal.

Dalam peningkatan ekspor dan investasi non pembangunan tersebut, Yufrizal mengemukakan sejauh ini BI Kaltara telah melakukan kajian komoditas produk UMKM di Kaltara.

“Bank Indonesia selama ini sudah berhasil mengembangkan produk UMKM yang ada di Kaltara. Salah satunya kopi Malinau yang perlu diperkenalkan masyarakat Kaltara,” tuturnya.

Tak hanya untuk produk yang berpotensi menembus pangsa internasional, BI Kaltara juga akan melakukan pengembangan perekonomian terhadap produk non ekspor. “Produk UMKM non ekspor juga bisa dikembangkan, akan tetapi berpotensi untuk subsitusi import,” jelas Yufrizal. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *