Jadi Tenaga Pengajar, Prajurit Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Datangi Rumah Warga

Personel Satgas Pamtas Yonif 623/BWU menjadi tenaga pendidik untuk mengajar di rumah-rumah warga (foto: Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Terhentinya kegiatan belajar-mengajar di sekolah di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan niatan personil Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 623/BWU, untuk membantu pendidikan anak-anak bangsa di perbatasan Kabupaten Nunukan.

Seperti halnya yang dilakukan personel Pos Salang Satgas Pamtas Yonif 623/BWU, yang secara sukarela mendatangi rumah-rumah warga, guna memberikan bimbingan pendidikan kepada anak-anak, Sabtu (13/6).

Secara bergantian, rumah-rumah warga di Desa Kalunsayan, Kecamatan Tulin Onsoi, kedatangan personil Satgas Pamtas. Kehadiran tentara berpakaian loreng ini mendapat sambutan hangat, layaknya kedatangan guru dari sekolah.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania mengatakan, di samping tugas utama menjaga keamanan wilayah NKRI, Satgas Pamtas melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Kewilayahan (Binter Satnonkowil), di bidang pendidikan.

“Binter Satnonkowil bidang pendidikan bertujuan membantu mencerdaskan generasi muda penerus bangsa, untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam melaksanakan belajar,” sebutnya.

Dalam tugas ini, Komandan Pos Salang Letda Inf Edi menugaskan Sertu Dimo Yudha Anang Prasanda dan Prada Ahmad Nur Huda, menjadi tenaga pendidik, untuk terus menumbuhkan semangat anak-anak untuk terus belajar.

Upaya meningkatkan pendidikan dan semangat belajar tersebut, merupakan salah wujud kepedulian TNI di daerah penugasan, terhadap anak-anak selaku generasi penerus bangsa yang berada di sekeliling mereka.

“Keberadaan prajurit Satgas Pamtas di sana, kiranya memberikan manfaat dan pengaruh positif kepada anak-anak di sekeliling pos, sepanjang sektor timur perbatasan Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.

Pengabdian personel Satgas Pamtas dalam membantu kecerdasan anak bangsa, seakan menjadi obat pelibur lara, disaat sejumlah sekolah-sekolah di pelosok wilayah tertinggal dan terisolir di perbatasan Indonesia, kekurangan tenaga pengajar.

Ucapan terima kasih disampaikan sejumlah warga desa kepada TNI, yang selama ini selalu membantu kesulitan dan keluhan, serta rela menyisihkan waktu demi mencerdaskan anak-anak, dan memotivasi para generasi muda untuk giat belajar.

“Terima kasih kepada personel Pos Salang Satgas Pamtas atas bantuan pelaksanaan kegiatan belajar dirumah-rumah,” ungkap Ketua RT 01 Desa Kalunsayan, Banusuh. (002)

Tag: